― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaEkonomi & BisnisKerjasama BPPTdan PT. Garam (Persero) Dalam Pemancangan Perdana Alat Proses Garam Industri

Kerjasama BPPTdan PT. Garam (Persero) Dalam Pemancangan Perdana Alat Proses Garam Industri

Ket foto : Dirut PT.Garam (Persero) Budi Sasongko saat memberikan sambutan dalam acara Pemancangan Perdana Alat ProsesPilot Project Garam Industri Kapasitas 40.000 Ton/Tahun

Gresik, wirafokus.com – Garam merupakan bahan yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Kebutuhan garam Indonesia meningkat terus seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perkembangan industri.

Produk garam dalam negeri secara kuantitas belum cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional. Secara kualitas garam lokal belum memenuhi garam industri karena kandungan NaCl yang lebih rendah dan pengotor (impurities) yang melebihi standard. Impor garam tahun 2018 mencapai 2,7 juta ton.

Untuk menyelesaikan masalah supply-demand tersebut perlu ditingkatkan produksi garam lokal dengan cara intensifikasi dan ekstensifikasi menggunakan teknologi lahan terintegrasi yang dapat meningkatkan produktifitas hingga 4 kali lipat (100 ton/hektar.tahun).

Adapun untuk menyelesaikan permasalahan rendahnya kualitas  garam lokal dapat ditingkatkan kualitasnya menggunakan peralatan proses pemurnian.

Pada kesempatan ini BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) membuat model peralatan proses pemurnian dengan skala produksi 40.000 ton/tahun. Pilot Project ini merupakan contoh peralatan yang terdiri dari unit pencucian paling lengkap yang terdiri dari 3 jenis mesin pencucian garam.

Foto : Dirut PT. Garam (Persero) Budi Sasongko foto bersama dari Jajaran Direksi BPPT

Dengan peralatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas garam rakyat yang paling rendah menjadi garam industri. Implementasi di ladang pegaraman dapat dibuat menyesuaikan dengan kondisi bahan baku garam krosok yang dihasilkan. Kadar bahan baku garam garam krosok dengan kadar NaCl 88% dapat ditingkatkan menjadi > 97% sesuai dengan standar SNI, kadar Mg maksimum 0,06%.

Program swasembada garam nasional memiliki sasaran antara lain untuk memenuhi kebutuhan garam konsumsi dan garam industri, meningkatkan daya saing produksi garam rakyat menuju kemandirian dan melepaskan ketergantungan terhadap garam impor serta mewujudkan kelembagaan yang dapat memperjuangkan petambak garam.

BPPT siap mendukung dari aspek teknologinya yang dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas garam rakyat.(Red/Fks)