Berdirinya Tower Salah Satu Provider di Tanah Kas Desa Medaeng Waru yang didemo warga.
Sidoarjo, wirafokus.com- Abd Zuri yang juga selaku Kepala Desa di Medaeng Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo didemo oleh warganya, terkait Dana Desa yang sudah masuk dalam kas Desa dari hasil kompensasi sewa lahan Tanah Kas Desa (TKD) dinyatakan tidak jelas oleh warga Medaeng Kecamatan Waru Sidoarjo.
Dalam demo tersebut, warga Medaeng menuntut apa yang seharusnya warga dan masyarakat agar bisa merasakan hasil dari Tanah Kas Desa (TKD), paling tidak adalah merasakan hasil pembangunan dilingkungan wilayah desa Medaeng, contohnya pembangunan pendopo yang sudah dijanjikan dan akan dibangun serta pembangunan saluran air di desa Medaeng, dari hasil kompensasi sewa lahan Tanah Kas Desa (TKD) yang sudah dibangun oleh pengembang, contohnya Pembangunan Pasar Grand Medaeng salah satunya.

Namun dalam realisasi pembangunan Pasar Grand Medaeng, timbul masalah dan bahkan sampai saat ini pengembang melaporkan Kepala Desa Medaeng Abd Zuri ke Polda Jatim, sampai berita diturunkan proses pelaporan di Polda Jatim masih berjalan dan menunggu gelar perkara yang akan digelar bersama penyidik bagian Reskrimum.
Sedangkan isi dari pada demo yang dilakukan oleh salah satu warga Medaeng, yaitu Suladji sambil berdiri diatas mobil pick’up dan berorasi serta berkeliling melewati jalan protokol sampai menuju ke balai desa Medaeng.
Disamping meneriakkan aspirasi atas nama warga Medaeng, warga juga diberi selebaran, yang intinya adalah, menuntut adanya kompensasi dana dari pengembang untuk Tanah Kas Desa yang dibikin Pasar Grand Medaeng, dan juga Tanah Kas Desa yang sudah didirikan Tower salah satu Provider dilingkungan RT.12 RW.04 Desa Medaeng kecamatan WARU Kabupaten Sidoarjo.
Menuntut adanya sekelompok keluarga yang menguasai kantor Balai Desa sebagai bagian dari kepegawaian di lingkup pemerintahan kantor Desa Medaeng atau dikenal dengan Nepotisme.
Warga juga menginginkan bubarkan BPD (Badan Permusyawaratan Desa) yang sudah dikenal dengan KKN nya, dan warga berharap hilangkan KKN dari pemerintahan desa Medaeng.

Saat demo didepan Balai Desa berlangsung, tiba tiba Kepala Desa Medaeng Abd Zuri muncul dihadapan para warga yang menuntut hak untuk pembangunan fasum antara lain saluran air, fasilitas umum lainnya.
“Kami tidak ingin ketua BPD lama menjabat kembali, karena akan timbul masalah masalah baru yang akan membuat warga Medaeng menjadi saling bermusuhan terhadap perangkat desa tersebut,”teriak Suladji dengan orasinya.
Dengan kasus kasus yang ada, masyarakat berharap agar Kepala Desa Medaeng bertanggung jawab atas semua yang dituduhkan seperti pembangunan Tower dari salah satu Provider yang menyewa lahan sebuah Tanah Kas Desa diwilayah RT XII RW04 Kelurahan Medaeng Kecamatan Waru Kabupaten Sidoarjo.
Dalam wawancara ditempat lain dengan RT07 RW03 Kelurahan Medaeng Jainul Abidin, salah satu wakil dari warga Medaeng menjelaskan,” kami semua menuntut dengan adanya kompensasi yang ada didesa kami terkait dengan Tanah Kas Desa yang sudah disewakan oleh pengembang,yaitu antara lain pembangunan Pasar Grand Medaeng dan Tower yang sudah berdiri di dekat sekolahan tepatnya di RT XII RW 04, itu mana janjinya. Dan janji untuk membangun pendopo serta saluran air disepanjang jalan Diponegoro juga bangunan makam, sampai sekarang tidak terealisasi juga terjadinya KKN dilingkup kantor Desa Medaeng,” terang Jainul.
Sedang harapan dari kami selaku wakil masyarakat dan juga sebagai ketua RT 07 RW 03, supaya bisa menyelesaikan apa yang diminta oleh warga sekitar Kelurahan Medaeng ini,”pungkas Jainul Abidin. (Dwi/Muji/Kij)
