― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaPolitik dan PemerintahanJiwa Ksatria Sang Panglima GAM Atas Kekalahan Dalam Politik

Jiwa Ksatria Sang Panglima GAM Atas Kekalahan Dalam Politik

Binjai, Langkat Sumut, wirafokus.com. – Kali ini saya ingin menulis kisah tentang kekalahan panglima GAM Aceh “Muzakir Manaf” dalam menghadapi kekalahan pilkada!

Ketika mendengar nama sosok Muzakir Manaf (Mualem) siapa yang Gak bergetar.. baik pendukungnya maupun musuhnya.. ya beliau hanya pria ya memimpin pergerakan saparatis GAM digunung – gunung bergeriliya di hutan – hutan, hukum hutan untuk bertahan hidup adalah pembelajaran mereka sambil mengenyam pendidikan dipersantren2 dan doktrin2 GAM..!!
Apakah mereka belajar politik demokrasi..jelas tdk..!

Bagi seorang Mualem dan pasukannya mereka sadar mereka punya power dan diakui atau tdk mereka pun memenang kan hati rakyat Aceh.

Apapun latar belakangnya karna takut perang lagi karena ingin Aceh tetap aman..atau karena ingin ada sosok berani dan orang2 di belakangnya terus memeperjuangkan hak Aceh mereka membuat partai lokal sebagai alat berpolitik

Kita kembali ke 2017 ketika Mualem mengikuti konstestansi sadar dukungan rakyat Aceh penuh pada partai lokal ini menyebabkan paslon dari pimpinan GAM ini berada diatas angin dan dibayang2 ngi oleh kombantan lain seorang Irwandi yusuf.

Ketokohan irwandi yusuf tdk bisa dipungikirin pun Mualem dan suara basis mantan kombantan ini dipecah menjadi 3 mualem Dr.zaini Abdullah dan apakarya jelas pecah suara mereka.

Muzakir Manaf kalah dalam pemilihan hanya beda tipis diangka puluhan ribu

Untuk seorang Muzakir Manaf diamnya beliau pun pasukannya siap mati untuk angkat senjata tapi beliau menunjukan kedewasaan berpolitik ala gunung bukan ala sekolah tenang dan memberi selamat kepada Irwandi yusuf akan kemenangannya.

Beliau tdk perlu mengorbankan pasukannya yg panik untuk buat onar dan rusuh (NB : bukan rakyat tapi pasukannya)

Karena beliau tahu Aceh akan bergejolak lagi jika beliau tdk terima kekalahan.

Mualem adalah sosok pemenang pemenang dalam kedewasaan berpolitik pemenang dalam keberhasilan menenangkan kekecewaan para loyalisnya yg hampir semua terlatih perang dan mampu memainkan sejata.. pemenang dalam menghargai suara rakyat

Apa yang bisa kita petik, Kedewasaan berdemokrasi Mualem menghargai suara rakyat…! Walau disebut orang gunung..uuff

Lagi – lagi kedewasaan itu ternyata bukan dari sangarnya kita bukan dari merasa kuatnya kita bukan dari merasa hebatnya kita.bukan dari merasa punya pengalamannya kita dalam perang bukan karena bangku sekolah juga.

Kedewasaan adalah menjaga rakyat untuk tetap aman..damai dan memberikan kesejateraan dan memperjuangkan hak rakyat.

Karena rakyat tdk boleh dikorbankan.

Jika ada kedewasaan berpolitik dr tokoh2 demokrasi besar itu biasa karena mereka belajar dan berproses.

Tapi jika ada kedewasaan berpolitik dari tokoh belatar belakang militer geriliya untuk menerima hasil demokrasi..itu kereennya kebangetan!!

Dan mualem mencatat sejarah itu dengan tinta emas dan kehormatan

Dan beliau mengajarkan cara berpolitik dan bersikap ala gunung dan ala militer.

Catatan : (Tengku Kiki Juanda).