Papua.Wirafokus.com – Wakapendam Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Inf Dax Sianturi menyebutkan, sejak personel gabungan TNI-Polri melakukan pengejaran terhadap KKB-OPM pimpinan Egianus Kogoya, sudah beberapa kali terjadi kontak senjata.
Dari data yang didapatkan menurut Dax, sebanyak 3 anggota KKB tewas. Di mana satu orang tewas saat proses evakuasi berlangsung, sementara dua orang tewas pada saat kontak senjata ketika anggota melalukan penyisiran di Puncak Kabo.
“Berita tewasnya anggota KKSB ini sekaligus membantah adanya informasi menyebutkan adanya warga sipil yang meninggal saat dilakukan penyisiran,” tegas Letkol Sianturi seperti dilansir dari cendrawasihpos, Kamis (13/12/2018).
Sejauh ini, kata Dax, gerombolan separatis ini dengan keterbatasan senjata yang dimiliki, bergerak dalam kelompok-kelompok kecil.
“Jika ada dari anggota KKB yang tewas, maka kebiasaan mereka adalah jenazah akan dibawa dan langsung dibakar. Inilah yang selalu mereka lakukan apabila di pihak mereka terjadi korban saat melakukan kontak senjata,” pungkasnya.
Sebelumnya, Pos TNI di Distrik Yigi pada Selasa (11/12/2018) lalu diserang anggota KKB. Akibat serangan tersebut, dilaporkan dua orang prajurit TNI mengalami luka tembak. Yakni Pratu Budi mengalami luka tembak di bahu dan Praka Aswad mengalami luka ringan di pelipis terkena rekoset peluru.
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan, mendapat serangan, prajurit TNI yang ada di pos tidak lari meninggalkan pos.
Anggota menurutnya berbagi tugas yaitu separuh kekuatan berusaha melakukan pengejaran ke arah datangnya serangan yang dipimpin langsung oleh Komandan Pos, Lettu Inf Ardan dan sisanya mengamankan pos.
“Usai melakukan serangan, anggota KKB-OPM melarikan diri secara terpencar masuk hutan dan sesekali melancarkan serangan. Namun pasukan tetap melakukan pengejaran dengan memanfaatkan jejak KKB-OPM yang ditemukan,” bebernya.
Untuk dua prajurit TNI yang terluka kata Aidi, langsung dievakuasi melalui jalur darat ke Distrik Mbua. Selanjutanya dari Distrik Mbua, kedua prajurit tersebut dievakuasi ke Wamena menggunakan helikopter. (*Red)
