Foto Insert : Korban Jannatun Cintya Dewi (24
Sidoarjo, wirafokus.com – Salah satu korban Lion Air JT 610 yang juga merupakan staf Kementerian ESDM Jakarta yang tinggal di Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo,
Korban yang bernama Jannatun Cintya Dewi (24) warga Desa Suruh RT 1 RW 1 Kecamatan Sukodono, ini naik Lion Air tujuan Jakarta-Pangkal Pinang, mengemban tugas dari kantornya.
Pihak keluarga berharap, anak pertama pasangan Bambang Supriyadi (48) dan Surtiyem (45) selamat dan berkumpul kembali dengan keluarga.
“Kakak saya waktu itu sedang menjalankan tugas dari kantornya Kementrinan ESDM di Jakarta, jelas Nadzir Ahmad Firdaus (17),” kata adik kandung korbang saat ditemui wartawan di rumah duka, Rabu, (31/10/18).
Nadzir menjelaskan bahwa orang tuanya mengetahui pesawat yang ditumpangi kakaknya jatuh dari berita di televisi, spontan langsung syok dan lemas. Bapak dan ibunya pun ke Jakarta mencari kepastian kebenaran kabar tersebut, terangnya.
Semoga ada keajaiban bahwa kakak saya Cintya masih hidup, tapi kalau takdir sudah berkehendak sampai di situ, kami pihak keluarga sudah pasrah dan ihklas, tambah Nadzir.
“Cintya selama ini di kenal sebagai pribadi yang cerdas, ulet dan periang. Dan selalu mensuprot kepada kami adik – adiknya untuk lebih giat belajar, kakak selalu memotivasi kami dalam segala hal,” jelasnya.
Nadzir menambahkan, pertemuan terahkir dengan kakaknya Cintya dua minggu lalu. Minggu kemarin, kakak tidak pulang. Biasanya setiap hari libur, kakak selalu pulang ke rumah. Tapi kalau tidak pulang biasanya saya sama kakak sering komunikasi lewat whatsapp.
“Obrolan kemarin, saya di nasehati untuk lebih giat dan tekun dalam belajar,” terangnya.
Dia mengakui kakaknya type orang yang cerdas dan disiplin. Sebab, selama menempuh study kakak Cyntia sering mendapat nilai yang baik dan selalu mendapatkan beasiswa.
“Saat masih sekolah di SMAN 1 Sidoarjo, Saat kuliah juga kakak selalu mendapatkan beasiswa,” tambahnya. (Muj)
