Surabaya, wirafokus, com – Dalam menyambut Hari Batik Nasional pengurus Dharma Pertiwi daerah E, Jawa Timur, menggelar acata batik, Selasa, (02/10/18).
Acara yang mendapat perhatian tersendiri dari Silvia Ambarsari, yang juga merupakan istri Danrem 084/Bhaskara Jaya.
Para wanita Dharma Pertiwi daerah E sangat antusias ketika mengikuti berlangsungnya kegiatan membatik, bahkan Silvia mengakui jika dirinya baru pertama kali mencoba hal tersebut.
“Saya merasa tertarik, dan tidak mudah putus asa begitu saja. Sebab, ini warisan dari leluhur bangsa,
apalagi, batik sudah dikenal, dan diakui di seluruh dunia,” kata Silvia.

Silvia menambahkan, ketika berhasil menggebrak dunia internasional, masyarakat mulai menciptakan batik dengan berbagai motif. Hal itu, merupakan tanda jika batik, tak mudah tergerus oleh perkembangan era modernisasi.
“Semenjak diakui Unesco, inspirasi wanita di Indonesia untuk mengembangkan batik, mulai bermunculan. Itu pertanda, batik tidak mudah tergerus zaman,” ujarnya.
Silvi juga berharap, para pemuda yang merupakan simbol generasi penerus bangsa, bisa mempertahankan keutuhan budaya warisan nenek moyang.
“Sangat saying sekali kalau batik, ditinggalkan begitu saja. Dunia saja sudah mengakui bagaimana indahnya batik buatan Indonesia,” kata istri Kolonel Inf Sudaryanto.(Penrem/red)
