Bojonegoro, wirafokus.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bojonegoro meluncurkan program Desmigratif (Desa Migran Produktif) yang merupakan program pertama yang diluncurkan di Kabupaten Bojonegoro, Kamis, ( 13/09/18).
Pelaksanan pelatihan yang akan dilaksanakan di Balai Desa setempat pada tanggal 27 s/d 29 September 2018.
Program Desmigratif merupakan program yang sifatnya melakukan pembekalan dan pelatihan kepada calon, eks, / purna TKI dan warga masyarakat beserta keluarganya ini adalah sebagai pondasi dasar pengetahuan dalam segi mengolah potensi yang ada didesa.
Kegiatan ini juga bertujuan memberi peluang kepada masyarakat untuk dijadikan pembekalan dalam kelangsungan hidup sehari hari. dalam kehidupanya, masyarakat didesa ini masih mempertahankan adat istiadat yang masih kental terutama dalam segi kerukunan antar warga.
Menurut Djoko santoso. SH. MH. program ini selain pembekalan dan pelatihan juga untuk memberi manfaat kepada warga eks TKI guna mengasah ketrampilan dan bisa mengangkat segi ekonomi masyarakat. Dalam pelaksanaanya nanti akan didatangkan alat – alat sesuai kebutuhan tentang pembuatan kue atau camilan kepada ibu – ibu, dan berupa alat untuk las listrik kepada para kaum laki laki.

Foto : Dari kanan Djoko Santoso SH. MH. Kepala Desa Drenges. Yaspingi. Sugi Hartono. Kasi Informasi Pasar Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja
“Program desmigratif ini akan berakhir pada bulan desember atau diujung tahun 2018,” kata Djoko Santoso. SH.MH. yang selaku Kabid Pengembangan dan Penempatan TKI saat ditemui reporter wirafokus.com.
Masyarakat dan para mantan TKI Desa Drenges, Kecamatan Sugihwaras, Kabupaten Bojonegoro itu merasa sangat senang sekali dengan adanya program ini, karena dinilai sangat positif dan kreatif.
“Desa Drenges adalah desa yang sangat terpencil dan terbagi menjadi tiga Dusun yang jumlah penduduknya sekitar 325 KK ini kebanyakan warganya bermata pencarian sebagai petani. maka dengan adanya pelatihan ini saya sangat mendukung sekali, semoga bisa bermanfaat untuk warga dan bisa mengangkat potensi perekonomian didesa kami,” kata Kepala Desa Yaspingi.
“Dengan adanya program Disnakertrans dari Kementerian Tenaga Kerja RI sangat mendukung sekali dan juga turut mensuport para mantan TKI dan keluarganya,” kata Hariyanto dari DPC. SBMI ( Serikat Buruh Migran Indonesia) Kabupaten Bojonegoro.
Hariyanto juga mengharapkan setelah program ini dilaksanakan di Kabupaten Bojonegoro dan untuk kedepannya bisa menjadi contoh untuk desa lain yang menjadi kantong kantong TKI/TKW. (WSB)
