Surabaya, wirafokus.com – Proses penolakan dan penertiban 11 pedagang aluminium yang dilakukan Satpol PP Kota Surabaya, Rabu (25/7/2018), terhadap bangunan semi permanen di Jalan Semarang sempat dihalangi oleh Wakil Ketua DPRD Masduki Toha. Belasan bangunan ini di eksekusi lantaran berada di ruang milik jalan (rumija).
Teriakan histeris dan adu jotos sempat akan terjadi namun sempat dihalau oleh petugas gabungan yang turut mengamankan jalanya relokasi disalah satu lapak milik pedagang .
Menurut Masduki, sebaiknya proses penertiban dihentikan sementara hingga ada diskusi bersama antara pihak Satpol PP, Para pedagang dan DPRD Kota Surabaya.
“Saya minta dihentikan dulu setelah kita bicara dan duduk bersama di DPRD,” kata politisi PKB ini.
Tolong jangan dipaksakan pembongkaran ini, apakah karena ada bangunan ruko dibelakang stand para pedagang harus dipaksakan, ” ucapnya lantang.


Sayangnya, permintaan Masduki Toha ini ditolak oleh Satpol PP Kota Surabaya. Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum (trantibum) Satpol PP Kota Surabaya Bagus Supriyadi mengungkapkan bahwa Ia bersama tim sudah bekerja sesuai dengan aturan yang berlaku, pungkasnya.
Ketika awak media wirafokus.com menemui Bagus Supriyadi beliau mengatakan bahwa Yang kami lakukan ini sudah sesuai prosedur dan sudah kami sosialisasikan bahkan sudah saya sediakan lokasi relokasi di Pasar Loak. Kami mohon maaf, kami akan tetap lanjutkan,” kata Bagus pada Masduki Toha wakil ketua DPRD Surabaya ini.
“Selain berada di rumija, sewa lahan ke Pemkot sudah melewati batas atau habis sejak 2012 lalu,” jelasnya lebih lanjut.
Informasi yang dihimpun, belasan bangunan semi permanen ini sudah ada sejak tahun 1967. Para penghuni membayar sewa pada Pemkot Rp 500 dan terakhir uang sewa lahan rumija mencapai Rp 1 Juta menyesuaikan luasan lahan yang ditempati para pedagang.
Bagus pada kesempatan ini turut mengungkapkan bahwa penertiban yang dilakukan dibantu oleh pihak Kepolisian, Linmas, dan Dishub demi kelancaran proses.
“Kami juga dibantu 2 alat berat backhoe dari Dinas PU Bina Marga dan Pematusan serta kami juga siapkan beberapa truk untuk mengangkut barang milik pedagang,” jelasnya.
Proses penertiban yang berlangsung sejak pukul 07.00 WIB ini masih nampak berlanjut hingga pukul 09.30 WIB. Meski tidak nampak adanya penolakan, ratusan TNI serta Polisi berada di lokasi untuk melakukan pengamanan.
( Gus 22 )
