― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaNasionalHarapan Garuda Muda Gagal Mengulang Juara AFF U-19 2013...Kandas , Ada...

Harapan Garuda Muda Gagal Mengulang Juara AFF U-19 2013…Kandas , Ada Apa PSSI…? “

 

Surabaya, wirafokus.com – Kandas lagi.. Gagal lagi… Ungkapan kekecewaan suporter garuda muda setelah usai menyaksikan laga pertandingan piala AFF U-19 Indonesia vs Malaysia  di Gor Delta Surya Sidoarjo (12/07/18).

Dari hasil pantauan awak media wirafokus.com ,kekesalan dan kekecewaan para suporter nampak ketika awak media memantau dan mewancarai beberapa penonton di tribun penonton. Hartono salah satu penonton dari malang ,permainan Timnas Garuda Muda  kurang greget dan masih monoton, betapa tidak setelah unggul 1-0 pada menit ke 2 awal malah banyak melakukan manufer kesalahan seakan tidak percaya diri .

Mimpi kesuksesan menjuarai piala AFF U-19 2013  seakan tinggal mimpi ada apa dengan PSSI …? ungkap beberapa suporter dengan nada kesal. Masih ingat dalam catatan sejarah bahwa dalam era kepemimpinan La’nyalla (Ketua PSSI) waktu itu, Timnas Indonesia mampu mengukir sejarah dengan mengalahkan Vietnam 7-6 (0-0) dengan adu pinalti di Gor Delta Surya Sidoarjo sebagai juara AFF U-19 (23/09/2013). kegagalan Timnas harus di evaluasi ulang oleh PSSI.

 

M lariko Rangga Mone salah satu pengamat bola (ex ketum jakmania 2010-2014 ) . mengatakan pada awak media wirafokus.com lewat selulernya (13/07/2018). Saya rasa , keberhasilan timnas U-19 pada tahun 2013, patut dijadikan contoh, mereka begitu dengan gagahnya penuh semangat sehingga bisa menjuari AFF pada masa itu.

Bahkan dalam penyisihan piala asia bisa mengalahkan korsel 3-2 dengan  pelatih yg sama ” bang Indra Sjafri.         

Sulit terulang kayaknya…kunci nya apa yaa …? adalah keserius para pengurus pssi. Masih ingat pada tahun itu di bawa komando  La’Nyalla Mattaliti yang dengan serius memperhatikan semua kebutuhan pemain, pelatih ,oficial dari mulai ke-sehari harianya .                                                         

Hingga ketika  mereka gabung dalam timnas, mulai dari gizi pemain,  fasilitas, dan bonus semua merasa terpenuhi.Pemain dan Official hanya konsen latihan tanding dan  fokus menang itu saja.

kegagalan kemarin patut di evaluasi dan mengacuh keberhasila di era 2013 ,kita bisa kenapa sekarang tidak …apakah para pimpinan tidak konsen lagi urus sepakbola dan lebih mementingkan kepentingan yang lebih besar …ayooooo segera evaluasi jangan ada lagi kegagalan atau ke terpurukan melanda timnas Indonesia . Sepakbola perlu di pimpin oleh orang- orang yang lebih  profesional dan tidak merangkap jabatan apalagi di bawah ke rana politik ,pilih nahkoda yang benar benar bisa memperhatikan semua keperluan serta kebutuhan tim. Jangan tunggu kehancuran terulang lagi, “ungkap M Lariko Rangga dengan tegas (13/07/2018)

( Gus 22/ tim)