insert : Suasana Pembukaan kegiatan DINSOS Situbondo di Aula Tajem pedang.
SITUBONDO, wirafokus. com – Sebagai langkah untuk memberikan bantuan serta bimbingan sosial, Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Situbondo bekerjasama dengan pemerintah provinsi dalam hal ini Dinsos Jawa timur (Jatim) menyelenggarakan kegiatan Rehabilitasi Berbasis Masyarakat (RBM) melalui program Deteksi Dini Bagi penyandang disabilitas yg bertempat di Aula Tajem Pedang Dinsos Situbondo, Kamis (26/07/2018)
Sebagaimana keterangan Juni Andri Purnama, S.Pd, PLB selaku seksi bidang penyandang disabilitas Dinsos Provinsi Jatim menerangkan bahwa kegiatan kali ini merupakan program deteksi dini bagi penyandang disabilitas (PD), yang bertujuan “Pertama” untuk menfasilitasi serta memeriksa kondisi kesehatan PD lalu dilakukan verifikasi atau asesmen terkait kebutuhannya misalnya membutuhkan kursi roda maupun alat bantu lainnya, “Kedua” untuk meningkatkan ketrampilan diri sebab kami memiliki UPT (seperti Panti) yang lengkap diantaranya tuna netra di malang, tuna daksa dan rungu wicara di bangil dan grahita di tuban, seluruh upt tersebut adalah fasilitas bagi penyandang disabilitas memperoleh pelayanan dan ketrampilan.
“Harapan kami bagi penyandang disabilitas dapat terlayani kesehatan serta mobilitasnya, termasuk dapat membangun kesadaran masyarakat agar peduli dan berempati untuk membantu para PD dan diharapkan pula kepada pemerintah kabupaten agar ada tindaklanjut nyata tentang kegiatan RBM ini, terang Bapak andri sapaan akrabnya.
Hasil pantauan media wirafokus.com bahwa pada giat tersebut dihadiri oleh tim deteksi dini dari provinsi Jatim, tim ahli/medis dari kabupaten dan provinsi, para pejabat dinsos kabupaten dan provinsi, Kordinator Kabupaten pendamping PKH,Tagana,TKSK, sebagian pendamping PKH serta mitra kerja dinsos lainnya.
by Rosy Insert : Saat Pemeriksaan pada penyandang Disabilitas Daksa dan Grahita oleh tim medis .
Disamping hal diatas Kepala Dinsos Situbondo H. Lutfi Joko Prihatin, SH, M.Hum menyampaikan bahwa maksud dan tujuan kegiatan ini untuk membangun serta mengasah ketrampilan penyandang disabilitas dengan di tanyakan kemampuan serta keahliannya sehingga dapat diarahkan kepada kemandirian seperti usaha dan hal-hal bermanfaat dalam kehidupannya, selain itu pula digelar pemeriksaan dan pendataan bagi penyandang disabilitas tentang tingkat disabilitas yg disandang agar di follow up dalam program RBM berikutnya.
“Kedepan akan digelar kordinasi dan upaya kerjasama pemerintah kabupaten dengan pemerintah desa yang ditunjuk untuk melaksanakan kegiatan rumah deteksi dini dalam menindaklanjuti program ini sehingga kita mampu bersama bergerak membangun kepedulian terhadap para PD” pungkasnya
Lebih lanjut Kepala Dinsos menambahkan bagi Penyandang disabilitas yang memiliki keahlian lebih, berdasarkan pengalaman bahwa seperti para pembatik di situbondo telah memperoleh prestasi bahkan tim provinsi berinisiasi untuk mendelegasikan keluar negeri, hal ini merupakan pencapaian luar biasa, sehingga untuk mewujudkan hal itu semua juga akan dikawal oleh tim peduli disabilitas seperti contoh RBM seperti bertempat di alasmalang Situbondo.
Selanjutnya melalui kegiatan kerjasama antara Dinsos provinsi dengan Dinsos Kabupaten Situbondo ini, berharap kepada masyarakat apabila menemukan penyandang disabilitas agar di informasikan kepada dinsos situbondo untuk didata lalu direncanakan pola rehabilitasi serta bimbingan sosial sehingga program kerja kami lebih nampak terhadap masyarakat, Harap Kadis [27/7 09.19] (ROZ)
