― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaPeristiwaStadion Megah GJS Ambruk Dan Retak, Kinerja Konstruksi Asal - Asalan

Stadion Megah GJS Ambruk Dan Retak, Kinerja Konstruksi Asal – Asalan

Gresik, wirafokus.com – Stadion Gelora Joko Samudro (GJS) yang seharusnya bisa menjadi kebanggaan dan ikon masyarakat Gresik, tak terawat baik, sejak soft launching pada akhir 2014, pembangunan Gelora Joko Samudro telah menelan dana sebesar Rp276 miliar. Dibutuhkan anggaran sekitar Rp800 miliar lagi agar stadion berskala internasional tersebut benar-benar layak pakai. Pemkab memilih menyelesaikan bangunan itu secara bertahap sembari menunggu bantuan dana dari pemerintah pusat. Pada 2018, pemkab masih menganggarkan dana tambahan Rp20 miliar untuk penyempurnaan sentel ban.Rabu 28 Februari 2018

Fakta dilapangkan ternyata dinding pembatas pagar roboh dan ditemukan kesalahan spesifikasi pipa besi itu dilakukan dinas PUTR sendiri. Dari pipa pagar pembatas, Kondisi rumput tersebut juga pernah disorot Komisi IV DPRD Gresik.Selain itu, lapisan beton untuk sentel ban dinilai tidak bagus. Tribun belum juga sempurna.dan sampai berita ini naik ke online belum ada tanda tanda perbaikan,

Bahkan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik bakal mencoret usulan anggaran Gelora Joko Samudro (GJS) dalam APBD tahun 2018, rupanya hanya sebatas gertak sambal.Pasalnya, dari usulan tim anggaran eksekutif senilai Rp 21 miliar, telah disetujui dewan senilai Rp 11 miliar. Kendati terjadi pemangkasan dengan jumlah besar, namun konsistensi dewan yang sejak awal menolak penganggaran GJS dalam APBD Pemkab Gresik 2018 tersebut hanya sekedar basa basi.

Seperti diketahui, sejak pembahasan RAPBD 2018 bergulir di meja dewan, sejak itupula rencana pemboikotan anggaran GJS ini bergulir dan menjadi isu panas ditingkat elit politikus yang duduk di parlemen Kota Pudak.

Sebelumnya pernah muncul bahwa usulan anggaran GJS di RAPBD 2018 bakal dicoret dan tidak dianggarkan di APBD. Alasannya, pertama bahwa GJS ini tidak termasuk proyek mendesak yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat Gresik.

Bahkan wakil rakyat lainnya juga mengakui hal tersebut Intinya, jika melihat dari jumlah wakil rakyat yang ngotot menolak penganggaran GJS dalam APBD 2018, di atas kertas bisa dipastikan usulan eksekutif terkait anggaran GJS tersebut, jelas hanya isapan jempol belaka atau hanya pemberi harapan palsu

Namun seiring perjalanan waktu, palu pengesahan RAPBD 2018 menjadi APBD dewan akhirnya digedok, anggaran GJS nyatanya muncul. Walaupun nilainya lebih kecil dari usulan awal. Pertanyaannya, ada apa? Para wakil rakyat yang semula ngotot menolak dengan alasan proyek GJS ini tidak mendesak dan tidak bisa dinikmati semua masyarakat, justru berubah haluan dan meloloskan anggaran mega proyek di Gunung Lengis itu.

Dengan adanya berbagai polemik yang ada, beberapa hari yang lalu terjadi ambrolnya dinding dinding di pintu masuk lantai 4, dinding di pintu masuk K13 Gedung Gelora Joko Samudro bahkan banyak ditemukan keretakan disana sini salah satunya di dinding pintu naik K13 dari Lantai 2 sampai dengan Lantai 4,

“Benar Pak kemarin hujan deras disertai angin kencang dan terdengar gemuruh seperti gempa bumi, setelah kita teliti tembok pembatas di pintu masuk K13 ambrol dan dinding dinding dari lantai 2 sampai lantai 4 ini banyak yang retak – retak, mangkanya kita kunci, takut ada pengunjung yang masuk akan berbahaya,” kata sumber di lokasi yang tidak mau disebut namanya.

“Maaf mas saya tidak bisa memberi penjelasan karena belum menjadi tanggung jawab kami,” kata salah satu pejabat saat di klarifikasi yang ada di Stadion Gelora Joko Samudro.

Sampai tahun 2017, Pemkab Gresik sudah mengucurkan dana sebesar Rp 276,9 miliar untuk pembangunan Stadion Gelora Joko Samudro, terhitung sejak tahun 2012. Rincian dana tersebut yaitu tahap awal yaitu tahap perencanaan, kontruksi I dan II pada tahun 2012-2015 menelan dana Rp 265,5 miliar.

Sedangkan di periode tahun 2016 pengerjaan konstruksi III menelan dana Rp 2,3 milar. Sementara untuk tahun ini, kini sedang dianggarkan untuk pembangunan dasar lintasan atletik, pembangunan pagar tribun, pagar jaring lapangan pemanasan, pembangunan pagar batas selatan, arena skate park, dan pembangunan wall climbing beserta kelengkapannya.Dari semua pembangunan yang akan dilaksanakan pada tahun ini, Pemkab Gresik telah menganggarkan dana sebesar Rp 9,2 miliar.(red/kj)