Surabaya, wirafokus.com – Ludruk Irama Budaya Sinar Nusantara menggelar pementasan ludruk dengan cerita “CALIGULA” karya Albert Camus dengan Inisiator sekaligus sutradara naskah, Meimura, pementasan yang berdurasi 2 jam dan di mulai pukul 19.30, digelar di Taman Hiburan Rakyat (THR) Surabaya, Sabtu (24/02/18)
Pementasan ludruk yang di mainkan oleh pemain – pemain senior ludruk dan penggiat kesenian ludruk seperti: Hengky Kusuma, Pak depur, Sabil lugito, Sutris, Sa’id Kelana, Pek, Suli, Kusnadi, Kusnadi cilik, Soli, Ari, Suwono, Soleh, Bu Sur, Nurwakit, Murgiati, Kristin, Supri, Dian, Bu Yuni, Kolik, ditambah pula bintang tamu aktris Wira Lina (Ketua DPD PARFI Jatim).
Cerita yang diberi judul “CALIGULA” berkisah tentang sosok penguasa yang akan merusak semua aturan, dan merubah sesuatu pun itu suatu kebenaran juga menciptakan sebuah kegilaan yang mungkin saja terjadi pada siapapun saat ini, pranatan yang pernah diciptakan oleh para leluhurnya dan sebagainya bukan tidak mungkin juga akan runtuh oleh sebuah peradaban baru yang memang generasinya sudah tidak mau menggunakan lagi dan berpendapat akan dipimpin seorang yang bijak.
Pementasan ludruk kali ini dibuka dengan sebuah pementasan wayang kulit dengan lakon “Dosomuko Winisudo” oleh Ki Dalang Bayu Wiyan Wijaya.

Kostum yang dipergunakan dalam pementasan ludruk hasil rancangan Rivana Colegtion dengan perancang busana bapak Djemain.
“Irama Budaya Sinar Nusantara akan konsisten dan merawat dan mengeksplorasi dunia seni ludruk dalam bentuk pementasan setiap Sabtu malam Minggu. Beragam inovasi kita kerjakan. Sekaligus regenerasi dunia ludruk. Agar ludruk tetap menjadi identitas dari seni di Surabaya dan Jawa Timur,” ujar Meimura setelah usai pementasan.(red/tim)
