― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaLa Nyalla Tegas Menolak Beli Rekom Partai

La Nyalla Tegas Menolak Beli Rekom Partai

SURABAYA, wirafokus.com-Sejak tanggal 8 Januari 2018 sampai tanggal 10 Januari 2018, proses Pilkada yang digelar serentak Juni 2018 mendatang, sudah melewati tahap pendaftaran bakal calon ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Kondisi tak berbeda juga terjadi di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim.

Dengan merapatnya Partai Gerindra ke Gus Ipul di Pilgub Jatim, secara otomatis, Ketua Kadin Jatim, La Nyalla Mattaliti gagal diusung partai besutan Prabowo itu. La Nyalla pun mengaku pasrah dan sangat berterimakasih kepada seluruh tim, relawan, dan simpatisannya yang sudah berjuang keras selama ini.

“Wes pasrah ae mas. (sudah pasrah saja mas). Semua sudah kita lakukan. Sekarang biar Allah SWT yang menentukan, jalan terbaik untuk kita semua, terutama terhadap diri saya, keluarga saya, sahabat-sahabat saya serta para pendukung saya,” ujar La Nyalla, Rabu (10/1/2017).

“Apapun keputusannya itu yang terbaik menurut Allah SWT. Sekalipun kita merasakan dan dilihat dari dhohir bahwa itu penzholiman terhadap diri saya,” tukasnya.

“Saya ikhlas dan haqqul yaqin tidak ada yang sia-sia dengan apa yang sudah kita kerjakan. Jujur saja, dari pada saya harus beli rekom partai mending saya bangun masjid atau saya kasih ke anak yatim,” timpalnya.

Untuk diketahui, La Nyalla sempat diminta menyetor sejumlah uang yang diduga kuat merupakan Ketua DPD Gerindra Jatim Supriyanto. Tak tanggung-tanggung, La Nyalla diminta sediakan uang 170 atau minimal 150 miliar rupiah guna meloloskan niatnya ke pilgub jatim.

“Kalau ada uang Rp150 miliar atau 170 miliar, mending saya mundur daripada kita beli rekom partai, mending kita bangun masjid yang bagus saja, buat ibadah saja, saya maju calon gubernur ini untuk ibadah kok, malah dimintai sejumlah uang segitu banyaknya. Artinya saya nanti di didik untuk korupsi dong,” ujarnya, Selasa (09/1/2017).

Lanjut La Nyalla, “Saya juga menyesalkan pernyataan atau permintaan Ketua DPD Gerindra Jawa Timur, Supriyanto yang meminta uang itu. La Nyalla menganggap sikap Ketua DPD Gerindra Jatim justru bertolak belakang dengan sikap Ketua Umum Gerindra Prabowo Subiyanto.

“Pak Prabowo pernah bilang, saya masih ingat betul, kalau ada kader yang punya potensi mau mencalonkan menjadi kepala daerah, Partai Gerindra siap mendukung, yang penting calon tersebut diinginkan rakyat, dan amanah sesuai perintah pak Prabowo, kalau begini caranya kan sama halnya disuruh korupsi,” jelas La Nyalla.

Kini, Partai Gerindra sudah memastikan dukungan untuk Saifullah Yusuf atau Gus Ipul pada Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur 2018.

Dukungan tersebut akan ditunjukkan pengurus partai dengan ikut mengantar Gus Ipul mendaftar di kantor Komisi Pemilihan Umum Jatim, Rabu (10/1/2018) sekitar pukul 19.00 WIB.
Sementara PKS telah lebih dulu bergeser mendukung Gus Ipul. Adapun PAN memilih mendukung pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistyanto Dardak, yang akan mendaftar ke KPU pada Rabu siang. Dengan demikian, seluruh partai di Jatim mengerucutkan dukungan pada dua calon gubernur di Pilkada Jatim 2018.

Gus Ipul didukung PKB (20 kursi), PDI-P (19 kursi), PKS (6 kursi), dan Gerindra (13 kursi) dengan total kekuatan kursi parlemen 58 kursi.

Adapun Khofifah disokong Partai Demokrat (13 kursi), Golkar (11 kursi), Nasdem (4 kursi), PPP (5 kursi), Hanura (2 kursi), dan PAN (7 kursi) dengan total kekuatan kursi parlemen 42 kursi. (red/kj)