― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaPolitik dan PemerintahanHasil dari Berbagai Survey H.La' Nyalla di Gandrungi ,Kalangan Buruh,Tani dan...

Hasil dari Berbagai Survey H.La’ Nyalla di Gandrungi ,Kalangan Buruh,Tani dan Nelayan.


Surabaya wirafokus.com :

Menjelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur pada 2018 mendatang, sejumlah survei publik terus bermunculan.

Yang terbaru datang dari Jaringan Riset Buruh, Tani, dan Nelayan Indonesia (JNBTNI) yang menyurvei suara dari kalangan buruh, tani, dan nelayan.

Ketua JNBTNI Tri Sasono mengatakan, tiga segmen tersebut merupakan kelompok pemilih terbesar di Jatim. Berdasarkan data BPS, jumlah nelayan di Jatim lebih dari 334.000 orang, petani 7,21 juta orang, dan buruh 12,05 juta orang, sehingga total populasi tiga segmen itu mencapai 19,6 juta orang.

“Dengan jumlah sebesar itu, tentu suara dari mereka sangat signifikan dalam mewarnai pesta demokrasi di Jatim pada 2018 mendatang,” ujarnya.

Dalam survei yang digelar JBNTNI terungkap bahwa tiga kalangan tersebut menilai kondisi ekonomi mereka semakin sulit. Ada 78,3 persen responden yang menyatakan ekonomi keluarganya makin sulit. Sebanyak 19,1 persen mengatakan kondisi ekonomi agak sulit, sedangkan sisanya mengatakan biasa saja.

Untuk tingkat pengenalan (popularitas) para kandidat calon gubernur, lanjut Tri, masih didominasi oleh nama-nama yang selama ini beredar.

Ketua Umum Kadin Jatim La Nyalla Mahmud Mattalitti berada di peringkat pertama dengan popularitas 52,1 persen, disusul Walikota Surabaya Tri Rismaharini 51,6 persen, Mensos Khofifah Indar Parawansa 51,3 persen, Wagub Jatim Saifullah Yusuf (Gus Ipul) 50,2 persen, Inspektorat Jatim Nurwiyatno 49,2 persen, dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas 46,3 persen.

“Nama La Nyalla dikenal karena latar belakang sebagai pengusaha, tentu kaum buruh mengetahuinya. Apalagi, La Nyalla belakangan ini cukup gencar turun ke bawah, sehingga tingkat pengenalan publiknya relatif bagus. Demikian pula nama Risma dikenal karena dia walikota Surabaya yang merupakan jantung utama ekonomi Jatim, di mana banyak buruh bekerja di Surabaya dan sekitarnya,” ujar Tri.

Dari sisi kesukaan, La Nyalla memimpin 54,1 persen, disusul Risma 53,2 persen, Khofifah 52,8 persen, Gus Ipul 49,2 persen, Azwar Anas 49,2 persen, dan Nurwiyatno 42,1 persen.

Untuk elektabilitas, sebanyak 20,9 persen responden menyatakan akan memilih La Nyalla Mattalitti. La Nyalla dibuntuti oleh Risma dengan elektabilitas 19,3 persen, Khofifah sebanyak 14,1 persen, dan Azwar Anas 10,1 persen.

Adapun Gus Ipul mempunyai elektabilitas 7,7 persen dan Nurwiyatno 4,1 persen.

Menurut Tri, elektabilitas La Nyalla cukup tinggi karena relevan dengan persepsi responden terhadap kondisi ekonominya saat ini yang semakin sulit.

Latar belakang La Nyalla sebagai pengusaha dinilai bisa menjadi solusi bagi para responden.

“Sebanyak 28,8 persen responden ingin gubernur mendatang berlatar belakang pengusaha, disusul tokoh TNI/Polri 17,8 persen, birokrasi 15,2 persen, politisi 12,3 persen, tokoh agama 9,2 persen, sedangkan sisanya lain-lain,” papar Tri.

Survei ini digelar pada 20-30 Agustus 2017. Respondennya adalah kalangan buruh, tani, dan nelayan. Menggunakan metode multistage random sampling, diperoleh 1.668 responden. Tingkat kepercayaan pada angka 95%, serta margin of error 2,4 persen.

( Red/tim )