surabaya wirafokus.com :
Program pemerintah surabaya dalam mengeluarkan anggaran pembangunan terbagi di beberapa lokasi khususnya dalam melaksanakan program kerja di Dinas PU Bina Marga dan Pematusan kota surabaya khususnya, targetkan proyek saluran di sisi titik rawan banjir .
Bila datangnya hujan Berkepanjangan Dapat menanggulangi luapan genangan air agar cepat surut.
PEMKOT Surabaya khususnya demi menjaga keamanan Dan keselamatan warga sekitar sekaligus mencegah menyebarnya penyakit menular di masyarakat.
untuk itu pemerintah kota Surabaya 2017 mengambil kebijakan untuk merencanakan anggaran pembangunan saluran dalam menanggulangi banjir.

Pekerjaan yang sudah turun dari anggaran APBD, salah satu wilayah di jalan asem raya/asem rowo yang di rencanakan tepat sasaran dalam menanggulangi persoalan banjir .
Harapan pembangunan saluran mendapat hasil berkualitas baik maksimal dan sesuai Dokumen kontrak ,Surat perintah kerja(SPK), namun yang terjadi fakta di lapangan menyimpang dan tidak beretika.
Salah satu pelaksana proyek yang ditunjuk langsung oleh kontraktor.
Sebut saja pelaksana proyek di lokasi kegiatan,orang yang bertanggung jawab menjaga kwalitas dalam mengarahkan pekerjaan.
tahapan yang akan di kerjakan oleh para pekerja di lokasi .

hasilnya di lokasi ternyata Pelaksana pembangunan melakukan pembohongan publik oleh Pelaksana Contraktor bernama NANANG ,.mengaku bernama PRAPTO ,pasalnya sempat di lontarkan para pekerjanya,saat Pelaksana proyek belum datang di lokasi.
Menurut para pekerja menyebutkan bernama NANANG sebagai pelaksananya di proyek.
Selisih beberapa hitungan menit,
berbeda dari hasil klarifikasi media wirafokus.com, langsung ke oknum pelaksana sendiri yang kebetulan baru datang di lokasih menyebutkan mengaku bernama PRAPTO
sebagai pengawas proyek ungkapnya.
bukan sampai di situ saja,awak media wirafokus.com saat menanyakan teknis pekerjaan yang kebetulan mengawasi langsung berjalanya aktifitas pekerjaan
di limpahkan ke orang yang bukan struktur CV Multi Guna abadi,melainkan pak RT yang ditunjuk sebagai pengawas kegiatan proyek,bahkan urusan dari media dan kontrol soaial atau apapun yang menangani semua sudah di pegang pak RT,ungkap Nanang.
Semrawutnya pekerjaan yang tidak menghindakan speks.
(bersambung).
( Amrl/tim )
