Foto : Selesai mediasi limbah ,bersama warga, pengurus dan DPD Ngajuk.
WIRAFOKUS, Ngajuk – Beberapa hari yang lalu Aliansi Masyarakat Pemerhati Lingkungan Hidup & B3 Indonesia (AMPHIBI) DPD Nganjuk diwakili herman (Humas) mempertanyakan kepada PG Lestari terkait tindak lanjut pertemuan antara GM beserta direksi PG Lestari dan Amphibi yang akan membicarakan solusi bagi warga sekitar PG Lestari yg terdampak limbah produksi PG.
PG lestari diwakili Hugeng Masluh, SE menyampaikan, ” kepada AMPHIBI bahwa PG Lestari tidak dapat memfasilitasi pertemuan dengan GM maupun direksi PG, karena ada perwakilan pemuda empat desa sekitar PG yg datang kepada Hugeng untuk meminta limbah blotong dan tidak menginginkan keterlibatan amphibi.
Keputusan sepihak dari PG Lestari ini menimbulkan teka-teki soal transparansi mekanisme penyaluran penyaluran limbah blotong maupun langes kepada warga. Pada awal proses giling 2018 limbah blotoong dikelola sendiri oleh PG melibatkan pihak ketiga dari swasta.
Dalem kesempatan lain, AMPHIBI DPD Nganjuk mengklarifikasi kebenaran penjelasan Hugeng kepada Hartoyo, kades rowomarto. Hartoyo menyampaikan via telepon bahwa hal tersebut tidak benar.
Sebelum nya memang ada undangan pertemuan dari PG Lestari kepada empat kepala desa terdampak limbah pabrik untuk membicarakan mekanisme penyaluran kompensasi sembako untuk warga, namun tidak membahas tentang blotong.
Bahwasanya juga tidak ada perwakilan pemuda, warga maupun lembaga desa Rowomarto yang datang ke PG Lestari ya meminta blotong tanpa sepengetahuan Hartoyo.
(S,.Man )
