― Advertisement ―

Bukan Sekadar Ngopi, Cangkrukan ANTRAK dan Bakesbangpol Lumajang Jadi Momentum Perkuat Perang Melawan Narkoba

LUMAJANG,wirafokus.com- Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan silaturahmi Tim Lembaga Anti Narkotika dan Rehabilitasi Narkoba (ANTRAK) bersama perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol)...
BerandaPeristiwaPDAM Hadir Salurkan Bantuan Air Bersih ke Musolla Keplak, Pemuda Soroti Perhatian...

PDAM Hadir Salurkan Bantuan Air Bersih ke Musolla Keplak, Pemuda Soroti Perhatian Pemerintah Desa

Kepedulian terhadap kebutuhan air bersih kembali ditunjukkan oleh PDAM dengan menyalurkan bantuan air bersih ke Musolla Keplak, Desa Morombuh, yang juga menjadi tempat mengaji bagi warga sekitar.
MOROMBUH,wirafokus.com— Kepedulian terhadap kebutuhan air bersih kembali ditunjukkan oleh PDAM dengan menyalurkan bantuan air bersih ke Musolla Keplak, Desa Morombuh, yang juga menjadi tempat mengaji bagi warga sekitar.

Bantuan tersebut mendapat apresiasi dari Ustaz Dumyati, selaku pengelola Musolla Keplak. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian PDAM terhadap kebutuhan musolla dan para santri yang selama ini memanfaatkan tempat tersebut untuk kegiatan mengaji.
“Kami sangat berterima kasih kepada PDAM yang sudah peduli dan membantu kebutuhan air bersih di musolla ini. Bantuan seperti ini sangat berarti bagi kami dan anak-anak yang mengaji,” ujar Ustaz Dumyati.

Namun, di balik apresiasi tersebut, muncul sorotan dari sejumlah pemuda Desa Morombuh. Mereka menyayangkan apabila tempat ibadah sekaligus tempat pendidikan mengaji seperti Musolla Keplak masih harus bergantung pada perhatian pihak luar untuk memenuhi kebutuhan dasar air bersih.

Pemuda mempertanyakan ke mana perhatian Pemerintah Desa Morombuh terhadap fasilitas keagamaan dan tempat mengaji yang digunakan oleh masyarakat sekitar.

Bukan Sekadar Air, Tetapi Perhatian
Air bersih bukan hanya persoalan kebutuhan sehari-hari. Bagi musolla yang menjadi tempat anak-anak belajar mengaji, ketersediaan air juga berkaitan dengan kebersihan, kenyamanan, dan kegiatan ibadah.

Karena itu, pemerintah desa diharapkan tidak hanya hadir ketika ada kegiatan seremonial, tetapi juga memperhatikan kebutuhan nyata masyarakat, termasuk fasilitas keagamaan dan pendidikan nonformal di tingkat desa.

Kritiknya sederhana:
Jika pihak luar seperti PDAM bisa melihat kebutuhan Musolla Keplak dan turun memberikan bantuan, mengapa perhatian pemerintah desa justru dipertanyakan oleh warganya sendiri?
Pemuda Desa Morombuh berharap kejadian ini menjadi bahan evaluasi. Jangan sampai musolla dan tempat mengaji baru diperhatikan ketika sudah ramai diberitakan atau ketika ada pihak lain yang turun tangan.

Pada akhirnya, bantuan PDAM patut diapresiasi. Namun pada saat yang sama, perhatian terhadap fasilitas publik di desa merupakan tanggung jawab yang semestinya tidak boleh luput dari pengawasan pemerintah desa.
Warga tidak sedang meminta kemewahan. Mereka hanya berharap kebutuhan dasar tempat ibadah dan tempat anak-anak belajar mengaji tidak dilupakan. (Aliwafa)