Insert foto : Warga peserta pelatihan foto bersama saat pembukaan Ciptakan Wira Usaha Baru Tenga Kerja Mandiri
Bojonegoro, wirafokus.com – Untuk mengurangi jumlah pengangguran dan kesenjangan ekonomi, Dinas Perindustrian Tenaga Kerja kabupaten Bojonegoro melakukan pelatihan atau pembekalan tahap satu terhadap masyarakat desa Drenges, Sugihwaras, Bojonegoro, Kamis, (27/09/18), Pagi.
Warga dalam mengikuti Pelatihan dan Pembekalan sangat bersemangat dan antusias karena kegiatan tersebut dihadiri Bapak Widy dari Kemenaker.R.I pusat .
“Sebagai desa yang sangat memerlukan sentuhan pemerintah terutama dari Dinas Ketenagakerjaan, dengan diadakanya program ini harapan kedepan untuk desa ini bisa memunculkan sumber daya manusia yang produktif dan mandiri tanpa harus kerja keluar negeri, melihat potensi masyarakat didesa ini saya yakin warga didesa ini bisa mandiri.” kata Widy saat ditemui reporter wirafokus.
“Saya yakin masyarakat desa Drenges suatu saat bisa berkembang dalam segi ekonomi, sejahtera, dan mandiri. dan bisa mengurangi angka calon TKI keluar negeri supaya bisa maksimal untuk bekerja dirumah sendiri,” kata Djoko Santoso.SH. MH, Kabid Pengembangan dan Penempatan TKI.
Djoko juga menambahkan, didesa ini saya menganggap sebagai kantong TKI atau basis TKI, makanya program desmigratif ini akan kami kembangkan untuk desa desa yang lain agar tumbuh peradilan yang sifatnya untuk memeratakan kesejahteraan para calon maupun purna TKI.

Moch Aldiarto salah satu peserta pelatihan merasa sangat gembira dan berterima kasih kepada Kepala Desa Drenges Yaspingi.
Aldiarto juga berjanji kami sebisa mungkin akan memantau perkembangan kedepan terkait pelatihan ini.
Lukman selaku pendamping desa berharap jangan sampai bantuan yang berupa alat alat yang semuanya gratis ini tidak dimaksimalkan dengan baik, karna bantuan ini sifatnya hibah jadi tidak ada yang namanya administrasi. kepemilikan alat alat tersebut sepenuhnya adalah masyarakat, jadi siapapun boleh memanfaatkan alat tersebut selama untuk kepentingan bersama.
“Di desa ini banyak potensi yang bisa diunggulkan terutama dari segi sumber daya manusianya, saya berharap program ini tidak putus sampai disini. semoga saja bisa berkelanjutan untuk desa desa yang lain, agar bisa memperkecil niat mereka untuk kerja diluar negeri,” ujar koordinator advokasi dari DPC SBMI bojonegoro Haryanto. (WSB)
