― Advertisement ―

Bukan Sekadar Ngopi, Cangkrukan ANTRAK dan Bakesbangpol Lumajang Jadi Momentum Perkuat Perang Melawan Narkoba

LUMAJANG,wirafokus.com- Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan silaturahmi Tim Lembaga Anti Narkotika dan Rehabilitasi Narkoba (ANTRAK) bersama perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol)...
BerandaPeristiwaPARFI Jatim Bersinergi dengan Polda Jatim, Dorong Perfilman sebagai Media Kamtibmas dan...

PARFI Jatim Bersinergi dengan Polda Jatim, Dorong Perfilman sebagai Media Kamtibmas dan Pencegahan Bahaya Narkoba

Foto : Ketua PD PARFI Jawa Timur (berbusana warna biru) Wira Lina beserta pengurus melakukan sesi foto bersama Direktur Ditbinmas Polda Jatim Kombes Pol. Darman, S.I.K., M.Pd.
SURABAYA,wirafokus.com— Pengurus Daerah Persatuan Artis Film Indonesia (PD PARFI) Jawa Timur mendorong penguatan ekosistem perfilman daerah melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim).

Gagasan tersebut disampaikan Ketua PD PARFI Jawa Timur, Wira Lina, saat melakukan audiensi dengan jajaran Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Jatim, Rabu (23/9/2026).

Audiensi berlangsung di ruang kerja Direktur Ditbinmas Polda Jatim, lantai 3 Gedung Ditbinmas Polda Jatim. Pertemuan tersebut diterima langsung oleh Direktur Ditbinmas Polda Jatim Kombes Pol. Darman, S.I.K., M.Pd.

Dalam audiensi tersebut, Wira Lina didampingi Husein Syahlan selaku Sekretaris PD PARFI Jatim, serta Rophy Pareno dan Adi, anggota Biro Pendidikan, Seni dan Budaya PD PARFI Jatim.

Pertemuan membahas peluang sinergi antara PARFI Jatim dan Polda Jatim melalui berbagai program seni, budaya, perfilman, pendidikan masyarakat, serta penguatan pesan-pesan positif kepada masyarakat.

Salah satu gagasan yang ditawarkan PARFI Jatim adalah pemanfaatan karya audiovisual sebagai media edukasi mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), pencegahan bahaya narkoba, pendidikan, kebudayaan, serta pelayanan publik.

Dorong Talenta Lokal Jawa Timur

Wira Lina mengatakan, Jawa Timur memiliki potensi besar untuk melahirkan aktor, sineas, penulis, sutradara, dan pekerja kreatif yang mampu berkembang hingga tingkat nasional.

Menurutnya, potensi tersebut tidak hanya berada di kota-kota besar, tetapi juga tersebar di berbagai kabupaten, kota, hingga desa.

«“Di Jawa Timur banyak artis yang pada awalnya tumbuh dari daerah, kemudian berkembang hingga tingkat nasional,” ujar Wira Lina.»

Untuk menggali potensi tersebut, PD PARFI Jatim tengah menyiapkan program roadshow perfilman ke 38 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Roadshow tersebut diarahkan untuk memperkenalkan seni peran kepada masyarakat sekaligus menggali berbagai cerita lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi karya film.

Legenda, cerita rakyat, sejarah lokal, hingga kisah pewayangan dinilai dapat menjadi sumber inspirasi untuk berbagai genre film, mulai dari drama, sejarah, budaya hingga horor.

«“Jawa Timur memiliki banyak legenda yang luar biasa. Ini bisa menjadi bahan film sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas,” kata Wira.»

Workshop Akting hingga Produksi Film

Selain roadshow, PD PARFI Jatim juga mendorong pelaksanaan workshop akting sebagai ruang pembelajaran bagi masyarakat yang ingin mengembangkan kemampuan seni peran.

Program tersebut mulai dikembangkan di sejumlah daerah. Salah satunya melalui rencana Workshop Akting PARFI Kediri yang bekerja sama dengan PD PARFI Jawa Timur pada November 2026.

Kegiatan bertema “Bakat Akting Gak Hadir di Depan Cermin” tersebut terbuka bagi masyarakat umum dan menghadirkan aktor sekaligus praktisi perfilman Susilo Badar sebagai pemateri.

Melalui pelatihan tersebut, PARFI Jatim berharap semakin banyak talenta daerah yang mendapatkan kesempatan untuk belajar dan memahami dunia seni peran serta industri perfilman secara lebih profesional.

Film sebagai Media Edukasi Kamtibmas

Dalam audiensi, pihak Polda Jatim menyambut baik peluang kolaborasi di bidang seni, budaya, dan produksi film.

Direktur Ditbinmas Polda Jatim Kombes Pol. Darman menyampaikan bahwa bentuk dukungan yang memungkinkan dapat diarahkan pada kolaborasi program, fasilitasi kegiatan, serta penguatan pesan publik melalui karya kreatif.

«“Bentuk dukungan yang memungkinkan lebih diarahkan pada kolaborasi program, fasilitasi kegiatan, serta penguatan pesan publik melalui karya kreatif,” tutur Darman.»

Menurutnya, apabila terdapat kegiatan yang mendukung tugas Polri, maka sinergi dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan ketentuan dan kemampuan anggaran.

«“Kalau ada kegiatan yang mendukung tugas Polri, tentu kami senang untuk bersinergi. Namun, dukungan tersebut harus disesuaikan dengan ketentuan dan kemampuan anggaran,” lanjut Darman.»

Kolaborasi tersebut antara lain dapat diwujudkan melalui produksi film pendek yang mengangkat tema keamanan dan ketertiban masyarakat, pencegahan penyalahgunaan narkoba, pendidikan, kebudayaan, serta pelayanan publik.

Dalam konsep tersebut, PARFI Jatim dapat berperan dalam pengembangan ide, penulisan skenario, pengarahan akting, hingga produksi kreatif. Sementara pihak kepolisian dapat memberikan perspektif substantif sesuai dengan tema yang diangkat.

Seni dan Film sebagai Komunikasi Publik

Audiensi juga membahas pemanfaatan seni pertunjukan dan film sebagai media komunikasi publik.

Pesan mengenai pendidikan, karakter, keamanan, ketertiban, maupun nilai sosial dinilai dapat disampaikan secara lebih dekat kepada masyarakat apabila dikemas melalui cerita yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Dalam kegiatan budaya yang pernah dirancang pihak kepolisian, misalnya, kelompok seni dapat menampilkan drama yang mengangkat peran guru, pendidikan karakter, serta hubungan antara guru dan murid.

Konsep tersebut menunjukkan bahwa seni pertunjukan dan film tidak hanya memiliki fungsi hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi dan penyampaian pesan sosial kepada masyarakat.

Memperkuat Ekosistem Perfilman Jawa Timur

Bagi PD PARFI Jatim, sinergi dengan berbagai lembaga juga menjadi bagian dari upaya memperluas ruang berkarya bagi insan perfilman dan industri kreatif.

PARFI tidak hanya menjadi wadah bagi aktor, tetapi juga membuka ruang bagi penulis, sutradara, pekerja produksi, manajemen artis, serta berbagai profesi pendukung industri kreatif lainnya.

Wira Lina menegaskan bahwa penguatan organisasi dan ekosistem perfilman Jawa Timur membutuhkan kerja bersama dengan berbagai pihak.

Menurutnya, pengembangan program PARFI Jatim dilakukan melalui semangat gotong royong pengurus serta membangun kemitraan dengan pemerintah, kepolisian, komunitas, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya.

Selain pengembangan sumber daya manusia, PARFI Jatim juga berupaya memperkuat sarana produksi film. Ketersediaan peralatan produksi, pelatihan berkelanjutan, serta manajemen produksi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem perfilman yang berkelanjutan.

Upaya mengembangkan film berbasis kearifan lokal juga bukan merupakan gagasan baru. Pada 2017, PARFI di berbagai daerah di Jawa Timur telah mendorong pengembangan karya film yang mengangkat potensi dan karakter lokal masing-masing daerah melalui kerja sama dengan berbagai lembaga.

Dari Jawa Timur untuk Indonesia

Perkembangan teknologi digital memberikan peluang yang semakin luas bagi masyarakat daerah untuk memproduksi sekaligus mendistribusikan karya audiovisual melalui berbagai platform.

Kondisi tersebut membuka kesempatan bagi talenta-talenta lokal untuk tumbuh tanpa harus sepenuhnya bergantung pada pusat industri perfilman.

Karena itu, program roadshow, workshop akting, serta produksi film berbasis legenda dan kearifan lokal diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menemukan talenta baru sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Jawa Timur.

Sinergi antara PD PARFI Jawa Timur, Polda Jatim, pemerintah daerah, komunitas, lembaga pendidikan, dan sektor swasta diharapkan dapat melahirkan karya-karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membawa nilai edukasi, kebudayaan, pesan Kamtibmas, pencegahan bahaya narkoba, serta manfaat sosial bagi masyarakat.

Dari Jawa Timur, berkarya untuk Indonesia.(WL/Fks)