Insert foto : Budi Purnomo Karjodihardjo (kiri) dan Dhimam Abror
Jakarta, wirafokus.com – Setelah ditetapkan oleh KPU sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo – Sandi dengan nomer urut 2, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo – Sandi menunjuk dua mantan wartawan senior yaitu Budi Purnomo Karjodihardjo dan Dhimam Abror sebagai Wakil Direktur Komunikasi dan Media, Senin, (24/09/18).
Keduanya mendampingi Hashim Djoyohadikusumo, adik kandung Prabowo Subianto yang ditunjuk sebagai Direktur Komunikasi dan Media, BPN Prabowo-Sandi Uno.
”Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan oleh pak Prabowo dan pak Sandi, mohon doa dari para pendukung agar kami dapat bertugas dengan baik,” terang Budi Purnomo, di Jakarta.
Bagi Budi Purnomo, urusan manajemen media center bukanlah hal yang baru. Kiprahnya di dunia komunikasi dan media dalam kontestasi politik seperti Pilgub dan Pilpres, sudah malang-melintang dan sarat prestasi.
Terpisah Juru Bicara Prabowo-Sandi Uno, Siane Indirani berpendapat, keduanya layak menempati posisi tersebut.
”Pada saat Pilgub DKI Jakarta 2018, Budi adalah Dewan Pakar (bidang komunikasi dan media) Anies Baswedan-Sandi, setelah sebelumnya menjadi Koordinator Sandi Uno Media Center (2017). Jadi mereka memang tepat di posisinya,” ujar Siane.
Pada Pilgub DKI Jakarta sebelumnya pun, Budi adalah Koordinator Media Center Jokowi-Ahok (2012).Sedangkan pada saat kontestasi Pilpres 2014, Budi juga ditunjuk sebagai Direktur Komunikasi dan Media Prabowo-Hatta Rajasa, setelah sebelumnya menjadi Koordinator Prabowo Subianto Media Center (2013).
Pada Pilpres 2019 ini, Tim Komunikasi dan Media dibentuk Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi berdasarkan Surat Keputusan No. 0001/Kpts/BPN-PS/IX/2018 tanggal 18 September 2018, tentang Direktorat Komunikasi dan Media BPN Capres-Cawapres 2019 Prabowo-Sandi.
Selain Budi Purnomo Karjodihardjo, Hashim juga didampingi oleh tiga orang Wakil Direktur lainnya, yaitu Mayjen (Purn) Sudrajat (mantan Kapuspen TNI), dan Dedi Supriadi (politisi PKS).
Dalam SK tersebut, dicantumkan juga 60 orang anggota Direktorat Komunikasi dan Media yang berasal dari berbagai lintas partai maupun relawan, termasuk, Ariseno Ridhwan, Yuga Aden.
Selanjutnya, Vera Damayanti, Imelda Sari, Zara Zettira, Yasmin Muntaz, Dian Fatwa, Eka Gumelar, Siti Syarifah Sutalaksana, Hazmi Fitriyasa, Ade Novit, Buni Yani, dan sejumlah tokoh lainnya. (*/ kij)
