― Advertisement ―

Polrestabes Surabaya Hadirkan Ajang Hoofdbureau City Night Race – Kapolrestabes Surabaya Cup 2026

Surabaya,wirafokus.com— Polrestabes Surabaya menghadirkan ajang Hoofdbureau City Night Race – Kapolrestabes Surabaya Cup 2026 sebagai ruang bagi anak muda dan komunitas otomotif untuk menyalurkan...
BerandaPeristiwaKepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Mengikuti Business Matching PSBM XXVI Bahas...

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Mengikuti Business Matching PSBM XXVI Bahas Kopi Mendunia dari Forum Kopi Mendunia dan Membawa Inspirasi Untuk Vokasi Jawa Timur

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai mengikuti Business Matching PSBM XXVI, dan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan Saudagar Bugis-Makasar yang mengusung tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh” dan dirangkaikan dengan Halal Bihalal Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).
Makasar,wirafokus.com- Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai mengikuti Business Matching PSBM XXVI, dan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan Saudagar Bugis-Makasar yang mengusung tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh” dan dirangkaikan dengan Halal Bihalal Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).

Acara tersebut diselenggarakan oleh Badan Pengurus Pusat KKSS bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sulawesi Selatan, di hotel Claro Makasar.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai mengatakan,”Forum ini dimanfaatkan untuk menyerap berbagai praktik, baik dari penguatan ekosistem kopi, hilirisasi produk, hingga strategi pemasaran agar mampu menembus pasar global, sebagai referensi penguatan pendidikan vikasi di Jawa Timur,”jelasnya.

Dalam sesi business matching, berbagai pemangku kepentingan di sektor kopi hadir sebagai narasumber, mulai dari asosiasi, pelaku industri, petani, hingga akademisi. Diskusi ini membuka wawasan tentang pengembangan kopi dari hulu hingga hilir, sekaligus menjadi inspirasi dalam memperkuat link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. (dwiwarna/red).