― Advertisement ―

Peringati Hari Santri Nasional 2026, PCNU Bangli Gelar Jalan Santai Diikuti 300 Peserta

BANGLI,wirafokus.com– Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bangli menggelar kegiatan jalan santai dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2026 dengan tema “Menguatkan Akar...
BerandaHukum & KriminalSeorang Aktivis KONTRAS Jadi Korban Penyiraman Air Keras oleh OTK

Seorang Aktivis KONTRAS Jadi Korban Penyiraman Air Keras oleh OTK

Aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat
Jakarta,wirafokus.com- Aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Insiden tersebut menyebabkan Andrie mengalami luka bakar serius hingga sekitar 24 persen di beberapa bagian tubuhnya.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis malam (12/3/2026) sekitar pukul 23.00 WIB, tidak lama setelah Andrie selesai melakukan rekaman podcast di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang membahas isu militerisme dan judicial review Undang-Undang TNI.

Menurut keterangan KontraS, saat kejadian korban sedang mengendarai sepeda motor di Jalan Salemba I. Dua orang pelaku yang juga menggunakan sepeda motor mendekati korban, kemudian salah satu pelaku menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah tubuh Andrie sebelum melarikan diri.

Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar pada sejumlah bagian tubuh, terutama tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta area mata. Korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis darurat.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, mengecam keras tindakan tersebut dan menilai serangan ini sebagai bentuk teror terhadap pembela hak asasi manusia. Ia menegaskan bahwa peristiwa ini harus diusut tuntas oleh aparat penegak hukum.

Korban saat setelah disiram cairan yang diduga air keras, sambil mengerang kepanasan dan kesakitan di daerah anggota tubuh korban
Sementara itu, pihak kepolisian membenarkan adanya insiden penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus dan menyatakan saat ini penyelidikan masih terus dilakukan untuk mengungkap identitas serta motif para pelaku.

Sejumlah pihak, termasuk organisasi masyarakat sipil dan tokoh publik, juga mengecam tindakan tersebut dan mendesak aparat segera menangkap pelaku serta memberikan perlindungan bagi para pembela HAM di Indonesia.
(WL/Fks)