― Advertisement ―

Polrestabes Surabaya Hadirkan Ajang Hoofdbureau City Night Race – Kapolrestabes Surabaya Cup 2026

Surabaya,wirafokus.com— Polrestabes Surabaya menghadirkan ajang Hoofdbureau City Night Race – Kapolrestabes Surabaya Cup 2026 sebagai ruang bagi anak muda dan komunitas otomotif untuk menyalurkan...
BerandaPeristiwaLPK Wijaya Kusuma Datangi Lembaga Rehabilitasi LRPPN-BI untuk Melakukan Tes Urine Calon...

LPK Wijaya Kusuma Datangi Lembaga Rehabilitasi LRPPN-BI untuk Melakukan Tes Urine Calon Pekerja Luar Negeri

Sejumlah calon pekerja yang akan dikirim ke Luar Negeri, khususnya di Negara Jepang, LPK Wijaya Kusuma yang dipimpin langsung oleh Teguh Digdayanto, S.H., mendatangi Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahguna Narkotika-Bhayangkara Indonesia (LRPPN-BI) Surabaya yang dipimpin oleh Prof. Siswanto yang beralamatkan di Jl. Khairil Anwar Surabaya
Surabaya,wirafokus.com- Sejumlah calon pekerja yang akan dikirim ke Luar Negeri, khususnya di Negara Jepang, LPK Wijaya Kusuma yang dipimpin langsung oleh Teguh Digdayanto, S.H., mendatangi Lembaga Rehabilitasi Pencegahan Penyalahguna Narkotika-Bhayangkara Indonesia (LRPPN-BI) Surabaya yang dipimpin oleh Prof. Siswanto yang beralamatkan di Jl. Khairil Anwar Surabaya, dalam membantu calon pekerja luar negeri khususnya di negara Jepang agar supaya lolos, dengan melakukan tes urine di Lembaga Rehabilitasi tersebut, dengan hasil Tes Urine Negatif, Kamis (16/10), sekira pukul 15.00 WIB.

Dan ini adalah syarat mutlak untuk bisa dan lolos dalam kriteria melalui tahapan-tahapan tertentu termasuk tes urine salah satunya yang harus dilalui untuk para calon pekerja yang akan dikirim ke negara Jepang.

Adapun jumlah bertahap tersebut untuk mengikuti tes urine berjumlah 10 orang, dengan rincian 8 orang laki-laki dan 2 perempuan. Terdiri dari beberapa calon pekerja di wilayah Jawa Timur khususnya, antara lain dari Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, Kediri dan masih banyak dari asal daerah lain.

Menurut keterangan dari pimpinan LPK Wijaya Kusuma Teguh Digdayanto, S.H., saat diwawancarai awak media mengatakan,”Disini saya kebetulan sebagai ketua LPK Wijaya Kusuma, yang mana kami mengikuti program pemerintah untuk anak-anak seluruh Jawa Timur yang lulus dari SMA dan SMK, rencana kami berangkatkan ke Jepang, yang sudah ada MoU dengan pemerintah adalah tujuannya yaitu Korea dan Jepang, adapun yang sementara ini, kami bisa menerima untuk pemberangkatan ke Jepang, kedatangan kami selaku ketua LPK Wijaya Kusuma , bersama anak-anak kami yang akan kami berangkatkan ke Jepang dengan jumlah sepuluh anak, dan karena ini anak-anak yang luar biasa, kami tidak percaya dengan keadaannya mereka, kami tetap akan melihat apakah didalam tubuh anak-anak kami ini mengandung Narkoba, maka dari itu kami membawanya kemari yaitu di LRPPN-BI Surabaya untuk dilakukan tes urine, yang sebelumnya anak-anak kami barusan melakukan psikotes di TNI AL Jl. Darmokali,” jelasnya. Kamis (16/10).

Mekanisme dalam pemeriksaan tes urine tersebut antara lain, dilakukan pendataan para calon pekerja yang akan diberangkatkan ke Jepang dengan melakukan absensi yang sudah terdata oleh petugas Lembaga Rehabilitasi LRPPN-BI, yang mana, setiap calon pekerja luar negeri ini mengirimkan sample urine ditabung kecil yang sudah disediakan oleh petugas, untuk dilakukan tes, dari sample urine apakah ada kadar narkoba, ataupun tidak, petugas yang memberikan hasil tersebut, saat diketahui hasilnya dengan alat tertentu atau alat yang canggih untuk tes urine tersebut.

Alhamdulillah semua para calon pekerja luar negeri tersebut dinyatakan negatif dari kadar narkoba dalam sample urine yang ditunjukkan langsung oleh petugas kepada masing-masing para calon pekerja yang akan diberangkatkan ke Jepang.

“Dan apabila dari sekian calon pekerja saat setelah di tes urine hasilnya positif, maka akan kami serahkan kepada lembaga disini yaitu di LRPPN-BI, yang mana tugasnya untuk merehabilitasi calon pekerja dan sementara secara otomatis keberangkatan calon pekerja tersebut akan di tunda serta akan kami carikan yang terbaik dari pengganti calon pekerja tersebut, memang untuk sementara ini kami baru melakukan MoU dengan lembaga disini dan dari SMA-SMK ini akan kami ajak ke lembaga rehabilitasi disini nantinya,”pungkasnya. (dwiw)