
Bangkalan, Wirafokus.com – Wujud nyata kepedulian dan kesatuan dalam membangun masyarakat yang lebih sejahtera, Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman (Thoriqoh Shiddiqiyyah) yang berlokasi di Ploso, Losari, Jombang, Jawa Timur kembali memberikan bantuan rumah layak huni bagi masyarakat tidak mampu.
Melalui program bantuan “Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah” sebuah Pondok Pesantren (Ponpes) yang ada di Jombang Jawa Timur memberikan bantuan rumah layak huni kepada Hamimah yang beralamat di
Dsn. Paserean Desa, Sukolilo Timur Kecamatan Labang Kab. Bangkalan, dan juga seorang janda berusia 41 tahun serta memiliki 3 orang anak yaitu Rahmat Bramesta Putra (14 tahun, SMP), Anita Mei Wulandari (9 tahun, kelas 3 SD), dan Sabilillah (5 tahun).
Seperti diketahui suaminya yang bernama Iwan (43) telah meninggal dunia 2 tahun yang lalu dan untuk menghidupi keluarganya setiap hari Hamimah berjualan pentol di Sekolah SD Paserean Sukolilo Timur dengan penghasilan sekitar Rp. 50 ribu hingga 70 ribu per hari.
Program bantuan “Rumah Syukur Kemerdekaan Indonesia Layak Huni Shiddiqiyyah” merupakan kegiatan dalam upaya memperingati tasyakkuran nikmat kemerdekaan bangsa Indonesia serta memperingati berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Keluarga Hamimah sebelumnya menempati rumah seluas 4×4,7 meter, namun berkat program ini, rumah baru yang dibangun memiliki ukuran 6×7 meter.
Acara peletakan batu pondasi Rumah Syukur yang dikerjakan pada hari Sabtu, 22 Juni 2024, dan telah selesai pada hari Selasa, 20 Agustus 2024 akan diserahkan kepada penerima manfaat yakni keluarga Hamimah.

Penyerahan Rumah Syukur yang dihadiri oleh Kepala Desa setempat dan Muspika Kecamatan Labang juga telah memberikan dukungan dan harapan untuk keluarga agar dapat menikmati kehidupan yang lebih baik dan layak di rumah yang baru.
Dalam sambutannya Koramil Labang, Kapten Infantri Pranowo menyampaikan, terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam program ini. Semoga keluarga Hamimah dapat menikmati rumah baru ini dengan penuh kebahagiaan dan kesejahteraan.
Sementara itu Kepala Desa setempat menambahkan, bahwa saya dari lintas umat, tidak ada Islam, tidak ada Kristen, tidak ada Hindu, semuanya sama yang penting untuk kemakmuran rakyat Indonesia.
“Program ini adalah contoh wujud nyata dari bentuk rasa kebersamaan antar warga dalam memajukan kesejahteraan bersama,” pungkasnya. (HH)
