― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaNasionalPresiden Jokowi Resmikan Galeri Nusantara UNU dan Buka Pameran Seni Rupa Memoar...

Presiden Jokowi Resmikan Galeri Nusantara UNU dan Buka Pameran Seni Rupa Memoar di Yogyakarta

Jangan Patahkan Batunya, 180×200 cm akrilik pada kanvas, 2023 karya Ivan Sagita

Yogyakarta.Wirafokus.com- Pemilihan Presiden, Wakil Presiden dan Caleg sudah mendekati pada 14 Februari 2024, berlangsung secara serentak di seluruh tanah air.

Momen penting bagi bangsa Indonesia melalui Pesta Demokrasi yang menentukan masib bangsa Indonesia 5 tahun mendatang. Presiden Jokowi sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan ikut ambil bagian memanfaatkan Pilpres, dimana putra sulung nya Gibran Raka Bumingraka yang tampil sebagai Cawapres mendampingi Capres Prabowo Subianto pada Pilpres 2024, Presiden Jokowi melakukan berbagai cara untuk ikut menggalang kekuatan mensukseskan Paslon nomer urus 2.

Yogyakarta sebagai kandang nya para seniman besar di Indonesia dan sosok Capres Ganjar Pranowo menjadi icon di Yogyakarta rupanya lewat momen ini Jokowi hadir di Yogyakarta. Jokowi akan meresmikan Kampus UNU dan Geleri Nusantara Universitas Nahdatul Ulama yang berada di Jalan Ring Road Barat, Banyuraden, Gamping Sleman, Yogyakarta. Kehadiran Jokowi di Yogyakarta memang tak bisa dilepaskan dari agenda politik.

“Presiden Jokowi hadir di UNU Yogyakarta tak ada agenda politik apapun, beliau murni meresmikan Kampus UNU dan membuka pameran kawan- kawan seniman,” ungkap Iin Rahayu narahubung pada Jupri Abdullah pewarta media WiraFokus via WhatsApp.

Jokowi hadir sekaligus juga meresmikan berdirinya Galeri Nusantara UNU dan membuka Pameran Seni rupa bertajuk Memoar yang melibatkan sejumlah seniman papan atas Indonesia.

Pameran yang dikurasi 3 kurator Dr. Mikke Susanto, MA, A. Anzieb, M.Hum dan Khoirul Anam, MA, secara khusus mengambil tajuk Memoar sebagai penanda pameran seni rupa Harlah NU.

Peserta pameran
K.H. A. Mustofa Bisri, Nasirun, Nyoman Nuarta, Sujiwo Tejo, Yosep Arizal, Nano Warsono, Dicky Takndare, Nabila Dewi Gayatri, Ivan Sagita, Husin Hourmain, Amin Taasha, Prihatmoko Moki, Benggala Project, K.H. Zawawi Imron, Lutse Lambert, Nugroho, Kemala Hayati, Budi Ubrux, Wira Datuk, Bayu Wardhana, Abdul Kirno, Jopram, Lambang Hernanda, Zuk.

Santri Ucul, 200×300 cm, akrilik pada kanvas, 2010-2021 karya Nasirun

Sejumlah 49 karya seni rupa dari 24 perupa mengupas berbagai khazanah terkait isu kebangsaan dan kemasyarakatan. Kesemuanya berisi dalam 3 klasifikasi wacana. Pertama, mengungkap kesadaran pluralitas atau kebhinekaan kondisi budaya. Kedua, menelaah religiusitas dan spiritualitas di era kontemporer. Ketiga mengungkap isu perubahan masyarakat global.

Ketiga isu yang diangkat para perupa ini berakar kuat pada kondisi yang tengah terjadi diantara kita (termasuk NU dan UNU sebagai basis pemikiran). Melalui pameran ini diharapkan penonton dapat melakukan refleksi diri, sekaligus menjadi : memoar tahun 2024″ yang tengah ramai, termasuk mengungkap sejauh mana NU mampu mendampingi umat memenangi masa depan, ini merupakan konsep kuratorial pameran seni rupa “Memoar”.

Pameran seni rupa ini dibuka untuk umum pada 1 – 13 Februari 2024, dibuka pukul 09.00 – 19.00 wib. Pameran diselenggarakan atas kerja bareng PBNU dan Kampus UNU Yogyakarta dalam rangkaian resepsi Harlah NU ke.101. Pameran seni rupa Memoar dibuka Presiden Joko Widodo pada 31 Januari 2024. (Jup/Fks)