
Surabaya, Wirafokus.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Surabaya bersama OPD Pemkot Surabaya, TNI, dan Polri melakukan razia di dua Rumah Hiburan Umum (RHU), yaitu Vertique dan Meduza, pada Sabtu dini hari (2/12/2023).
Hasil tes urine narkoba terhadap 67 pengunjung RHU Vertique, yaitu 31 perempuan dan 36 laki-laki, semuanya dinyatakan negatif narkoba.
Sementara itu, dari 91 pengunjung RHU Meduza, yaitu 53 laki-laki dan 38 perempuan, terdapat 1 orang perempuan positif Benzodiazepine dan 1 orang laki-laki positif Methamphetamine dan Amphetamine.
“Untuk yang positif Methamphetamine dan Amphetamine saat ini diamankan di Kantor BNN Kota Surabaya untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Humas BNN Kota Surabaya, dr. Singgih Widi Pratomo.
Ia menambahkan, razia ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di Kota Surabaya.
“Kami akan terus melakukan razia secara rutin di tempat-tempat hiburan umum untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan narkoba,” tegasnya.

Sementara ditambahkan Bagian bidang Pariwisata pengurus PWI Jatim, Kiky Juanda berterima kasih kepada BNN Kota Surabaya bersama tim gabungan penegak Perda (Satpol PP), TNI Polri telah merazia RHU ditemukan pengunjung yang sudah diamankan terpengaruh diduga positif zat adiktif narkoba.
Kedua, Kiky juga sesalkan atas suara musik sampai terdengar gelegar keluar sampai ke gedung PWI Jatim, hingga ganggu aktifitas kerja jurnalis sampai lewat larut malam, untung saja Bu Gubernur tidak tinggal di Gedung Grahadi, mungkin jika beliau tinggal di sana terganggu pula dengan suara dentuman house Musik itu. Bahkan sempat saya konfirmasi pada (Rd) namun tak dihiraukan oleh pihak menagement RHU/ Vertique.
“Terima kasih BNN Kota Surabaya dan tim gabungan atas razia yang digelar berhasil temukan dugaan pengguna pengaruh zat adiktif terlarang narkoba. Dan kedua patut diduga juga terkait izin yang dimiliki pihak RHU diragukan langgar perda yang mengatur kenyamanan warga sekitar lokasi RHU,” tutupnya. (Red/Kij)
