― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaPolitik dan Pemerintahan" Gardu La'Nyalla " Kerja Nyata , Setelah Buruh kini...

” Gardu La’Nyalla ” Kerja Nyata , Setelah Buruh kini Pedagang Kaki Lima Merasa Terayomi .

SURABAYA,wirafokus.com :

Gardu La’Nyalla,Terus Bekerja dalam mengayomi masyarakat secara bijak dan profesional untuk kemakmuran warga masyarakat .
Satu per satu pengaduan yang masuk ke Gardu Keadilan Sosial Relawan Ir. H. La Nyalla M Mattalliti berhasil diselesaikan.
Setelah buruh, kini giliran para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di jalan Ronggolawe Surabaya dapat bernafas lega bisa kembali berjualan.
Setelah sebelumnya sempat tergusur, Para pedagang ini sempat mengadu ke Gardu Keadilan Sosial pada (15/08)lalu.
Pengaduan mereka langsung direspon La’Nyalla dengan meminta tim Gardu La Nyalla untuk menindaklanjuti.

“Saat itu saya diminta Pak La Nyalla untuk melakukan advokasi atas pengaduan para pedagang Ronggolawe,Kami di tim Gardu La Nyalla langsung bekerja.
Pak La Nyalla hanya berpesan, jangan ada yang menghalangi PKL berjualan, karena mereka mencari rezeki halal dengan berjualan, harus dicarikan jalan keluar yang baik,” ungkap koordinator Gardu Keadilan Sosial, Rohmad Amrullah usai menerima perwakilan dari 21 pedagang kaki lima Ronggolawe yang secara khusus datang untuk menyampaikan terima kasih atas dukungan tim Gardu La Nyalla, Minggu (3/9).

Dikatakan Amrul, memang prinsip advokasi dari Gardu Keadilan Sosial adalah perlindungan atas hak dasar warga negara untuk memperoleh akses pekerjaan dan penghidupan yang layak.
Apalagi hal itu menjadi amanat konstitusi negara ini, Apalagi PKL adalah bagian dari sendi ekonomi rakyat, yang memberikan kontribusi dengan tidak menjadi beban negara. “Kami hanya berpesan agar pola dan format berdagang mereka ditata rapi dan tidak melanggar aturan yang ada
Sekaligus bisa menjadi sentra kuliner yang menjaga mutu produk, kebersihan dan keindahan kota,” ucapnya.

( Red/Tim )