
Lamongan, Wirafokus.com – Trotoar merupakan salah satu bagian dari infrastruktur kota yang penting untuk memberikan aksesibilitas yang aman dan nyaman bagi pejalan kaki. Hal ini sangat penting karena meningkatkan kualitas hidup penduduk kota dan mempromosikan gaya hidup yang sehat.
Trotoar juga berperan penting dalam mempromosikan keamanan jalan dan mengurangi kemacetan lalu lintas di jalan-jalan perkotaan. Oleh karena itu, elemen yang harus ada di trotoar harus memenuhi standar tertentu agar dapat berfungsi dengan baik dan dapat memenuhi kebutuhan pengguna jalan yang beragam.
Di beberapa kota yang memiliki tata kota yang notabene “mapan”, mereka melengkapi beberapa elemen yang harus ada di trotoarnya, diantaranya : ukuran lebar trotoar (direkomendasikan minimal adalah 1,5 meter), kondisi permukaan trotoar yang rata, sarana (lampu) penerangan, dilengkapi tanda jalan, tempat duduk, tanaman, aksesibilitas bagi orang dengan kebutuhan khusus, perbaikan dan pemeliharaan, akses ke angkutan umum, dll.
Melihat pentingnya trotoar untuk meningkatkan keindahan kota, dan melengkapi elemen yang harus ada pada trotoar untuk menambah estetika kota menjadi referensi bagi kota Lamongan untuk berbenah.
Dari pantauan media ini, di beberapa titik di kota soto ini terlihat sudah banyak yang rusak. Alih-alih untuk bisa melengkapi elemen kelayakan trotoar, membangun kembali vasum itupun belum sepenuhnya dilakukan.
Namun data terkini yang dihimpun media ini, akan ada perbaikan di sembilan titik trotoar dan saluran air di kota Lamongan.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya Lamongan, Edy Yunan Achmadi mengatakan, setiap tahun diagendakan pemeliharaan rutin trotoar dan saluran air. Pekerjaannya menyesuaikan dengan kondisi masing-masing titik.
Yunan mengatakan, pada awak media di Lamongan, Selasa ( 20/6/2023), bahwa untuk pekerjaan di sembilan titik kegiatannya berbeda. Misalnya untuk saluran di Jalan Kusuma Bangsa dan trotoar Jalan Merpati bakal dipasang U-ditch, pembangunan trotoar, dan bak kontrol.
Sedangkan untuk trotoar Jalan Andansari, Jalan Kinameng, Jalan Sumargo, Jalan Soewoko, Jalan Sunan Kalijogo, Jalan Veteran, dan Jalan Kiai Amin kegiatannya pembangunan trotoar dan bak kontrol. Dia memastikan, pekerjaan paling cepat akhir bulan ini.
”Tapi ada laporan juga, katanya sudah mulai dilakukan pembongkaran, mudah-mudahan secepatnya bisa dikerjakan,” harap Yunan.
Dia memastikan, kegiatan perbaikan ini tidak besar. Sehingga, sistemnya penunjukan langsung dan bukan lelang. Karena itu, dia berharap pekerjaan bisa segera dilakukan, sebelum masuk musim penghujan. Tujuannya agar pembuangan ketika musim penghujan nanti lebih lancar.
”Kita sudah sampaikan ke rekanan untuk segera dikerjakan sesuai dengan tahapan perencanaan,” terangnya.
Menurut dia, untuk pemeliharaan biasanya dilakukan secara bertahap menyesuaikan lokasi. Misalnya di sekitar gedung Pemkab Lamongan beberapa waktu lalu, pihaknya bekerjasama dengan lintas sektor untuk penanganan trotoar dan tamannya.
”Kami terus berkolaborasi, misal pekerjaan trotoar di dinas kami, kemudian tamannya di dinas terkait,” yakinnya.
Harapan warga terhadap perbaikan trotoar di Lamongan ini disambut baik oleh warga. Seperti penuturan Imam Muslimin (54), warga Rangge ini berharap otoritas terkait bisa membangun trotoar yang aman dan nyaman untuk semua pengguna jalan, elemen-elemen di atas harus dipertimbangkan dalam perencanaan dan pembangunan trotoar.
Juga, perihal keterlibatan masyarakat sangat penting dalam pemeliharaan dan perbaikan trotoar agar dapat memenuhi kebutuhan pengguna jalan yang beragam.
Ya, harapannya bisa mencontoh di kota lain yang sudah bagus. Dengan trotoar yang dirancang dengan baik dan memenuhi standar tertentu, kita dapat meningkatkan kualitas hidup di kota dan mendorong gaya hidup yang lebih sehat dan berkelanjutan. (DANAR/ARIFIN)
