
Lamongan, Wirafokus.com.- “Change has never been quick. Change has never been simple, or without controversy. Change depends on persistence. Change requires determination.”
Kalimat bermakna ini kutipan motivasi yang dilontarkan Barrack Obama,
saat mengenang jasa Martin Luther King, yang mengatakan bahwa perubahan tidak akan berjalan cepat, simple dan tanpa kontroversi. Namun, perubahan bergantung pada ketekunan serta perubahan membutuhkan sebuah tekad yang kuat.
Prolog ini berkait sebuah kritikan terhadap pembangunan infrastruktur di Lamongan yang dinilai, hanya sebagai mitos, amburadul, dan masih jauh panggang dari api.
Sebuah opini bahwa Jamula hanya Mitos, dan Akun tiktok seorang kiai nyentrik asal Jateng yang kurang pada tupoksinya itu mengolok-olok jalan rusak di Lamongan. Publik pun bertanya dengan warta sensasional ini?
Otoritas dan pemangku kebijakan di Lamongan lah yang bisa menjawab dengan, program nyata, hasil kerja dan kepuasan atau penilaian publik yang terukur atau data survey yang valid.
Salah satunya adalah program Jalan mantap dan alus Lamongan (JAMULA) yang diprogramkan pada 2022 memang sudah dituntaskan. Namun, tahun ini, 2023, masih ada banyak jalan – jalan lain yang harus dikerjakan agar juga mulus dan bisa menjadi akses transportasi di segala bidang.
Apalagi, Pemkab Lamongan memprogramkan pembangunan secara merata dan berkelanjutan.
Kepala Dinas PU Bina Marga Lamongan, Sujarwo, menjelaskan, ada 22 ruas jalan sepanjang 40.300 meter yang akan dilakukan pengerjaan tahun 2023 ini, berkelanjutan dari program jamula tahun sebelumnya (2022).
‘’Tidak hanya pembangunan jalan. Juga melakukan pemeliharaan di tahun ini,’’ ucapnya.
Ada 53 ruas jalan sepanjang total 32.860 meter yang harus dilakukan pemeliharaan pada 2023. Selain itu, 11 titik jembatan bakal dibangun dan 15 titik jembatan lainnya masuk pemeliharaan.
Pengerjaan proyek – proyek jalan dan jembatan itu menggunakan berbagai konstruksi.
Bupati Lamongan Yuhronur Efendi berkeliling mengendarai motor trail untuk meresmikan jamula tahun lalu. Pembangunan maupun pemeliharaan jalan dan jembatan tahun lalu menyebar di wilayah timur dan barat, utara dan selatan.
‘’Di tahun 2022, pembangunan 53 ruas jalan dengan panjang 47.389 meter,’’ jelas Sujarwo.
Selain itu, pada 2022 tercatat 79 ruas jalan sepanjang 63.410 meter menjalani pemeliharaan. Serta 16 titik jembatan dibangun dan 44 titik jembatan dipelihara. Semua program itu demi memperlancar mobilitas dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Secara bertahap dan berkelanjutan, seluruh jalan di Lamongan bakal dibangun mulus. (DANAR/ARIFIN)
