― Advertisement ―

Peringati Hari Santri Nasional 2026, PCNU Bangli Gelar Jalan Santai Diikuti 300 Peserta

BANGLI,wirafokus.com– Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bangli menggelar kegiatan jalan santai dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2026 dengan tema “Menguatkan Akar...
BerandaHukum & KriminalPolisi Berhasil Amankan Seorang Ibu yang Tega Bakar Bayinya di Madiun dalam...

Polisi Berhasil Amankan Seorang Ibu yang Tega Bakar Bayinya di Madiun dalam Waktu Kurang dari 24 Jam

Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo menuturkan tersangka IS mengaku tega membakar bayi yang baru dilahirkannya tersebut karena merasa sakit hati dengan tuduhan suami bahwa bayi itu adalah hasil hubungan gelap dengan pria lain.

Madiun,wirafokus.com- Polres Madiun berhasil mengamankan tersangka IS seorang ibu yang tega membakar bayi yang baru dilahirkannya.

Pelaku adalah IS (38) warga Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun. Ia membakar bayi tersebut pada Senin (6/2/2023) malam.

Kapolres Madiun AKBP Anton Prasetyo menuturkan tersangka IS mengaku tega membakar bayi yang baru dilahirkannya tersebut karena merasa sakit hati dengan tuduhan suami bahwa bayi itu adalah hasil hubungan gelap dengan pria lain.

“Jadi motifnya ibu ini sakit hati dituduh suaminya kalau bayi yang dilahirkan itu adalah hasil perbuatan selingkuh dengan pria lain,” ujar Kapolres Rabu (8/2/2023)

Hal tersebut diketahui setelah polisi menanyakan langsung ke tersangka IS yang berhasil amankan saat melarikan diri ke dalam hutan di desa sekitar.

“Saat ini tersangka IS masih menjalani perawatan di RSUD Dolopo Kabupaten Madiun setelah melahirkan bayi,” terang Kapolres.

Berdasarkan keterangan perangkat desa setempat, IS dikenal tertutup. Sedangkan suaminya tidak ada di rumah karena bekerja di Banyuwangi dan pulang sebulan sekali.

Kasus tersebut terungkap saat timbul kecurigaan tetangga yang terus tertutup sejak empat hari dan saat diketuk oleh warga tidak memberikan respons. Warga lalu mendobrak pintu dan mendapati bayi yang berada di tungku perapian.

(dwiw/red)