― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaJatimTunjuk Emil Dardak Jadi Ketua DPD Demokrat Jatim, AHY Dianggap Tidak Demokratis

Tunjuk Emil Dardak Jadi Ketua DPD Demokrat Jatim, AHY Dianggap Tidak Demokratis

Emil Elestianto Dardak (kanan) dan Bayu Airlangga (kiri) saat Musda VI Partai Demokrtat Jatim di Surabaya beberapa waktu lalu.

Surabaya, Wirafokus.com- Sejumlah ketua DPC Partai Demokrat di Jawa Timur mempertanyakan keputusan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang telah menunjuk Emil Elestianto Dardak sebagai ketua DPD Demokrat Jatim.

Ketua DPC Demokrat Kota Madiun Istono menyayangkan keputusan AHY yang dinilai tidak demokratis. Pasalnya, dalam Musyawarah Daerah (Musda) VI Demokrat Jatim di Surabaya lalu, Emil Dardak hanya meraih 13 suara dukungan DPC. Angka itu terpaut jauh dengan Bayu Airlangga yang meraih 25 suara dukungan DPC.

“Saya kira tidak perlu musda kalau ujungnya ditentukan elite partai. Demokrat yang selama ini menyuarakan pentingnya kepemimpinan yang demokratis di era reformasi ini, akhirnya tenggelam dengan keputusannya sendiri dalam menentukan ketua di Jatim,” kata Istono kepada awak media, Sabtu (2/4).

Istono meminta AHY menjelaskan kepada 25 DPC pendukung Bayu Airlangga terkait keputusannya memilih Emil Dardak. AHY harus menjelaskan kekurangan Bayu Airlangga yang merupakan menantu mantan Gubernur Jatim Soekarwo atau Pakde Karwo tersebut. Apalagi, Bayu dikenal lebih lama menjadi kader dan loyal kepada Demokrat Jatim.

“Ketum AHY harus menjelaskan kepada kami, 25 DPC pendukung Bayu, di mana titik kekurangan Bayu dalam membangun jaringan dan membesarkan Demokrat Jatim? Benarkah loyalitas Bayu terhadap Ketum dan Demokrat ini diragukan?,” tanya Istono.

Istono mencurigai, terdapat begal-begal politik yang mewarnai keputusan AHY dalam Musda Partai Demokrat Jatim.

“Ada apa dengan Demokrat Jatim yang merupakan tanah kelahiran Pak SBY? Kami sangat sakit begitu keputusan-keputusan besar yang diambil oleh elite partai tidak mencerminkan nilai nilai demokratis,” ujarnya.

Kekecewaan juga diungkapkan Ketua DPC Demokrat Kabupaten Malang, Ghufron Marzuki. Menurutnya, lebih baik tidak perlu musda jika hasilnya tidak demokratis.

“Jadi kami selaku pemegang suara musda menyayangkan terhadap keputusan yang kita anggap tidak demokratis. Jadi kalau kemarin Ketua BPOKK Herman Khaeron menyatakan memilih Emil karena lebih loyal, itu menyakitkan,” kata Ghufron.

“Kalau menurut saya loyalitas itu bisa dibuktikan nyata kalau ada dukungannya. Bayu dukungannya 25 DPC, apa itu bukan loyalitas tertinggi untuk Pak AHY? Itu bentuk dukungan loyalitas sangat nyata,” sambung Ghufron.

Ghufron menyebut, Musda Demokrat Jatim ini merupakan contoh politik yang tidak baik.

“Jangan masyarakat ini, atau kita ini diajari hal yang tidak jelas. Ya sebaiknya nggak usah Musda kalau memang dari awal ingin orang itu ya sosialisasi sejak awal. Ndak usah musda-musda lagi. Percuma,” tegasnya.

Menurut Ghufron, selama ini AHY mengajari para kader untuk berdemokrasi yang baik. Namun, hasil Musda Partai Demokrat Jatim menunjukkan hal yang sebaliknya.

“Pak AHY yang selama ini mengajari kita demokrasi baik, tapi nyatanya di internal sendiri tidak bisa demokratis. Nanti apa yang bisa kita jual, tunjukkan ke masyarakat. Sebuah partai berkeadilan, menjunjung demokratis, tetapi diajari seperti ini. Keputusan demokratis yang seperti apa sebenarnya ini,” katanya.

Ghufron meminta, Ketum AHY dan jajaran petinggi DPP Partai Demokrat menjelaskan alasan keputusan memilih Emil Dardak dibanding Bayu Airlangga dalam Musda Demokrat Jatim.

“Kita minta ada penjelasan Ketum DPP yang jelas, mas Bayu apa kalahnya, letak kalahnya di mananya agar kita lega. Selama ini nggak jelas, menyudutkan mas Bayu seolah-olah tidak loyal, apa ukurannya? Jangan hanya omong, karena ini dilihat masyarakat,” tegas Ghufron.

Diketahui, DPP Partai Demokrat menunjuk Emil Elestianto Dardak sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur. Padahal, dalam Musda VI DPD Partai Demokrat Jatim yang digelar di Surabaya pada 20 Januari 2022 lalu, Emil Dardak hanya meraih 13 suara dukungan DPC ditambah satu dukungan DPD. Sementara, Bayu Airlangga meraih suara dukungan lebih banyak, yakni 25 DPC. Suara DPP sendiri abstain.

Emil sebelumnya sudah menjabat sebagai Plt Ketua Demokrat Jatim sejak September 2020 lalu menggantikan Renville Antonio yang ditunjuk DPP Demokrat sebagai Bendahara Umum.

Sedangkan Bayu Airlangga merupakan Plt Sekretaris Demokrat Jatim sejak September 2020 lalu. Bayu merupakan menantu Pakde Karwo, dan saat ini menjabat sebagai anggota DPRD Jatim. (pin)