Surabaya ,Wirafokus :
Ketua Majelis Pimpinan Wilayah ( MPW), Pemuda Pancasila ( PP) Provinsi Jawa Timur 2017 – 2022 H.La Nyalla M Mataliti Calon Gubernur Jawa Timur Memohon doa Restu dan Sungkem di Kedua Telapak kaki Ibunda Tercintanya.
Ibu adalah Orang yang Paling Utama serta berjasa di kehidupan saya , dengan Doanya hingga kita bisa seprti ini .”ucapnya kepada awak media Wirafokus.com.
“Surga di Bawah Telapak Kaki Ibu” . Hadist Nabi Muhammad SAW ini membuat setiap insan wajib mentaati dan berbakti kepada orang tua, terutama Ibu.
Calon Gubernur Jawa Timur, La Nyalla Mahmud Matalliti, meyakini, bahwa dengan memohon doa restu kepada sang bunda, maka niat akan terkabul.
Surga itu di bawah telapak kaki ibu; artinya patuh dan ridho ibu menjadi sebab masuknya seseorang ke dalam surga. Al-Aamiri berkata, maksud dari hadist tersebut adalah ukuran dalam berbakti pada ibu; bagaikan debu berada di bawah telapak kaki mereka, mendahulukan kepentingan mereka atas kepentingan sendiri dan memilih berbakti pada mereka daripada setiap hamba-hamba Allah lain karena mereka rela menanggung beban penderitaan kala mengandung, menyusui serta mendidik anak-anak mereka.
Karena itu memohon doa dan sebaik-baiknya doa adalah dari orang tua terlebih lagi adalah ibu. Bahkan, kata La Nyalla, sebagian Ulama Tashawwuf juga menyatakan Hadis ini memiliki arti secara dhahir, bathin, hak dan hakikat karena baginda Nabi Muhammad SAW mampu menguasai segala kesempurnaan bahasa.
Maka arti “Surga itu di bawah telapak kaki ibu” memiliki arti dhahir, ridho para ibu mampu menghantarkan ke dalam surga harus diraih dengan berprilaku rendah diri, patuh bagaikan meletakkan diri di bawah telapak kaki ibu.
Ketua Kadin Jawa Timur ini mengutip syair (Faidh al-Qadiir III/477) berbunyi “Surga di bawah telapak kaki ibu, memiliki hakikat, ibu dari orang mukmin kelak di surga berada di tempat tertinggi bersama dengan Rasulullah SAW dan setiap makhluk berada di bawah derajat tersebut.
Maka puncak derajat para makhluk di surga berada kedudukannya berada di bawah telapak kaki para ibu, dengan demikian semua derajat yang terdapat di dalam surga yang kelak dihuni orang-orang mukmin kesemuanya berada di bawah telapak kaki para ibu sebab keluhuran derajat mereka dialam surga,”.
Karena dasar itu, La Nyalla menyempatkan diri untuk melakukan salat dan mendoakan kedua orang tuanya yakni Alm H Mahmud Mattalitti dan ibunda Hj. Fauziah.
Dia sempat sujud memohon doa restu, sungkem sekaligus mencium telapak kaki ibunya. “Belum sebanding dengan pemberian orangtua. Maka doa dan permohonan maaf kepada orangtua juga merupakan sarana untuk bertaqwa kepada sang pencipta,” ujar La Nyalla.
“Apalagi saya juga memiliki cita-cita suci untuk membangun Jawa Timur sebagai Provinsi yang maju, berkeadilan dan relegius, maka saya harus meminta doa dan restu dari orangtua,” pungkas La Nyalla.
( Team )
