
Blitar, Wirafokus.com – Sejumlah pengurus Pemuda Pancasila (PP) turun ke Pendopo HDN. Kedatangan mereka untuk mengamankan kediaman Wabup Blitar Rahmat Santoso yang bertempat tinggal di Pendopo HDN.
Sebelumnya tersiar kabar akan ada aksi unjuk rasa dari Gerakan Pembaharuan Indonesia (GPI) yang mengancam akan mengusir Wakil Bupati Blitar, Rahmat Santoso dari Pendopo Agung Ronggo Hadinegoro.
Dalam surat pemberitahuan kepada Polres Kota Blitar, sekitar 100 massa dari GPI akan melakukan aksi demo di depan Pendopo HDN, Senin 19 April 2021.
Surat yang ditandatangani Ketua GPI, Jaka Prasetya itu menyatakan Pendopo Agung Ronggo Hadinegoro itu merupakan rumah dinas yang disediakan untuk kepala daerah (bupati) bukan untuk pejabat lain sekalipun wakil bupati.
“Wakil Bupati harus segera meninggalkan Pendopo Agung Ronggo Hadinegoro dan Bupati Blitar harus segera menempati Pendopo Agung Ronggo Hadinegoro, ” tuntutnya secera tertulis.
Namun dari pantuan di lokasi, tidak ada massa GPI yang terlihat hingga pukul 11.00 WIB. Sementara di surat pemberitahuan, terjadwal unjuk rasa dilakukan pukul 10.00 WIB dengan jumlah 100 orang.
Yang terlihat sejak pagi justru ratusan massa berseragam Pemuda Pancasila (PP) berbaur dengan masyarakat. Mereka menjaga kediaman Wapub Blitar, Rahmat Santoso agar tidak pindah dan tetap bisa bekerja di Pendopo HDN.

Wabup Blitar, Rahmat Santoso
Pendopo Agung Ronggo Hadinegoro (HDN) sendiri merupakan salah satu cagar budaya dan dibuka untuk destinasi wisata. Banyak bangunan dan benda-benda bersejarah di tempat ini.
Kami dari Pemuda Pancasila sepakat, solid mendukung Wabub Blitar karena beliau kader pemuda pancasila yang sekarang menjabat sebagai Ketua MPO Pemuda Pancasila Kota Surabaya, Ucap Tri Wahyu Komandan Koti Kota Surabaya Pada Media. (Tom/KiJ)
