― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaJatimBantuan Trauma Healing dari Anggota Polres Nganjuk untuk Korban Longsor

Bantuan Trauma Healing dari Anggota Polres Nganjuk untuk Korban Longsor

Anak-anak korban bencana longsor saat diberikan wawasan dan dihibur oleh anggota Polres Nganjuk supaya tidak menjadikan trauma di kemudian hari, dan masih tetap bertahan ditempat pengungsian.

Nganjuk,wirafokus.com- Kegiatan anggota Polres Nganjuk dalam memberikan bantuan trauma healing bagi korban tanah longsor, yang terdiri dari anak-anak yang di khususkan saat dipengungsian gedung SDN Ngetos III di Dusun Selopuro, desa Ngetos, Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk.

Dari kegiatan ini anggota Polres Nganjuk mendatangi keluarga korban dan mendengarkan keluh kesah mereka. Selain itu, anggota polres nganjuk juga melakukan maping korban tanah longsor, yang berjumlah 139 orang dengan rincian. Bayi sebanyak tiga orang, balita 11 orang, anak-anak 13 orang, remaja 17 orang, dewasa 55 orang dan lansia sebanyak 34 orang.

“Saat ini anggota Polri khususnya Polres Nganjuk membantu masyarakat korban tanah longsor untuk memberikan trauma healing. Hal ini untuk mengembalikan trauma bagi warga disana,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Minggu (21 Pebruari 2021) siang.

Orang tuapun juga mendapatkan arahan agar supaya tenang dan tidak panik dalam kejadian yang menimpa di wilayahnya dengan memberikan motivasi agar tidak mengalami trauma berkepanjangan.

“Anggota juga melakukan maping korban tanah longsor yang saat ini total masyarakat yang ada di posko pengungsian total ada 139 orang,” tambahnya.

Guna mengantisipasi penyebaran Covid-19, para pengungsi ini juga dilakukan Rapid Tes. Hasilnya, 17 orang reaktif, saat dilanjutkan untuk proses selanjutnya dengan Swab Tes, hasilnya satu orang ditemukan Positif, dan lima orang hasilnya belum keluar.

Sedangkan bagi pengungsi yang reaktif ditempatkan di gedung terpisah dengan warga yang negatif.

“Untuk mereka yang positif saat ini sudah dirawat di Rumah Sakit, sedangkan mereka yang reaktif tidak dicampur dengan yang lain,” pungkasnya.

Namun secara umum para pengungsi di tempat pengungsian sampai saat ini dalam kondisi sehat. Sementara untuk kebutuhan makanan bagi pengungsi sudah disiapkan di dapur umum yang sudah didirikan. (Red/dwiw/why/wrfks)