
Jakarta, wirafokus.com- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akhirnya benar-benar diangkat menjadi Menteri Sosial (Mensos)!oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Risma menggantikan Juliari P Batubara yang tersandung kasus korupsi bansos dana Covid-19.
Penunjukan Tri Rismaharini sebagai Mensos diumumkan langsung oleh Presiden Jokowi ketika melakukan reshuffle kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (22/12/2020).
Selain Risma, Presiden Jokowi juga mengumumkan lima nama lain yang juga diangkat sebagai menteri. Mereka adalah Sandiaga Uno yang dipercaya sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggantikan Wisnutama, Muhammad Lutfi sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Agus Suparmanto, Yaqut Cholil Qoumas sebagai Menteri Agama menggantikan Fachrul Razi, Budi Gunadi Sadikin sebagai Menteri Kesehatan menggantikan Terawan Agus Putranto, dan Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan menggantikan Edhy Prabowo yang juga tersandung kasus korupsi.
Jabatan Risma sendiri sebagai Wali Kota Surabaya sebenarnya baru berakhir 21 Februari 2021. Namun, dengan diangkatnya Risma sebagai Mensos, praktis jabatannya sebagai wali kota Surabaya akan diisi oleh wakilnya, yakni Whisnu Sakti Buana. Meski hanya dua bulan, tapi obsesi Whisnu untuk menjabat sebagai wali kota Surabaya setidaknya sudah terkabul.
“Meskipun hanya dua bulan atau kurang dari dua bulan, tapi kan Pak Whisnu sudah buat sejarah. Dia akan tercatat pernah jadi Wali Kota Surabaya dan fotonya akan dipajang di Balai Kota,” kata M Machmud, mantan Ketua DPRD Kota Surabaya, Rabu (23/12/2020).
Machmud yang kini menjadi Ketua Fraksi Demokrat-Nasdem DPRD Kota Surabaya juga mengucapkan selamat kepada Risma yang telah diangkat menjadi Mensos oleh Presiden Jokowi. “Sebagai orang Surabaya, saya ikut bangga karena Mensosnya orang Surabaya,” kata politikus yang mantan wartawan ini.
Ucapan selamat atas ditunjuknya Risma sebagai Mensos juga datang dari Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.
“Selamat, kita semua warga Jatim tentu bahagia Mensosnya dari Jatim lagi,” kata Khofifah, Selasa (22/12/2020).
Terpisah, Kepala Biro Administrasi Pemerintahan dan Otonomi Daerah Jatim, Jempin Mabrun, menunggu surat pengunduran diri dari Risma setelah ditunjuk sebagai Mensos oleh Jokowi.
Menurut Jempin Mabrun, nantinya surat itu akan dijadikan dasar untuk menerbitkan surat pelaksana tugas (PLT) Wali Kota Surabaya untuk Whisnu Sakti Buana yang saat ini menjabat wakil wali kota Surabaya.
“Sekarang kita masih menunggu surat pengunduran diri tersebut. Baru nanti Gubernur akan menujuk Plt,” kata Jempin Mabrun.
Pemprov Jatim, kata dia, selanjutnya menunggu proses pemberhentian Risma sebagai wali kota melalui rapat paripurna di DPRD Kota Surabaya. Kemudian hasilnya diajukan oleh Gubernur Khofifah ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Risma Kaget
Terpisah, Risma mengaku kaget dengan keputusan Presiden Jokowi yang menunjuk dirinya menduduki jabatan sebagai Mensos menggantikan Juliari Batubara.
“Terus terang saya cukup kaget. Meskipun sebelumnya sudah banyak yang membicarakan, tapi terus terang saya tidak pernah berpikir atau membayangkan menjadi menteri,” kata Risma ketika ditemui di halaman Istana Merdeka, Selasa (22/12/2020).
Kendati demikian, mantan Kepala Bappeko Surabaya ini menyatakan siap menerima amanah dan kepercayaan tersebut.
Menurut Risma, masuk dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju merupakan salah satu bentuk pengabdiannya kepada negara. “Yang jelas saya tidak pernah meminta jabatan,” tegasnya. (pin)
