― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaPolitik dan PemerintahanPilih Dipimpin Pensiunan Jenderal Polisi atau Birokrat Muda?

Pilih Dipimpin Pensiunan Jenderal Polisi atau Birokrat Muda?

Paslon 01 EtJi dan Paslon 02 Maju

Surabaya, wirafokus.com-Pilkada Surabaya akan digelar 9 Desember 2020. Masyarakat Surabaya dihadapkan pada dua pilihan: Mau dipimpin wali kota senior, Machfud Arifin pensiunan jenderal bintang dua dari Polri yang pernah menjabat kapolda di tiga provinsi berbeda, atau Eri Cahyadi dari kalangan milinial yang pernah memangku beberapa jabatan strategis di Pemkot Surabaya.

Seperti diketahui, pada Pilkada Surabaya 2020 ini ada dua pasangan calon (paslon) yang bertarung memperebutkan kursi wali kota dan wakil wali kota. Yakni, paslon nomor urut 1 Eri Cahyadi-Armuji (ErJi) dan paslon nomor urut 2 Machfud Arifin-Mujiaman Sukirno (Maju). ErJi didukung dua partai politik, PDI-P dan PSI. Sedang Maju didukung delapan parpol, yaitu PKB, PKS, Gerindra, Golkar, Demokrat, Nasdem, PAN, dan PPP.

Eri Cahyadi adalah anak buah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini yang direkom PDI-P maju sebagai calon wali kota di Pilkada Surabaya 2020. Arek Suroboyo asli kelahiran 27 Mei 1977 (43 tahun) ini adalah jebolan Fakultas Teknik Sipil ITS tahun 1999.

Eri menjadi PNS di Pemkot Surabaya tahun 2001 dan ditempatkan di Dinas Bangunan. Kariernya terus melejit sehingga pernah menjabat beberapa kepala dinas, seperti Kadis Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang. Terakhir dia menjabat Kepala Bappeko Surabaya disamping merangkap Plt Kadis Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH), sebelum akhirnya mengundurkan diri karena maju sebagai calon wali kota.

Sedang Armuji yang maju sebagai calon wakil wali kota mendampingi Eri Cahyadi adalah politikus dari kader PDI-P tulen. Dia lahir di Surabaya, 8 Juni 1965 (55 tahun).

Pria yang akrab disapa Cak Ji ini empat periode (20 tahun) terpilih sebagai anggota DPRD Kota Surabaya dan dua kali dipercaya menjabat ketua, yakni periode 2003-2004 dan 2014-2019. Terakhir Armuji terpilih menjadi anggota DPRD Jatim 2019-2024 sebelum akhirnya mengundurkan diri lantaran maju sebagai calon wakil wali kota di Pilkada Surabaya.

Lantas siapa Machfud Arifin dan Mujiaman Sukirno? Seperti halnya Eri dan Armuji, Machfud Arifin Arek Suroboyo asli yang lahir pada 6 September 1960 (60 tahun).

Arek Ketintang lulusan Akpol 1986 ini merupakan pensiunan perwira tinggi Polri yang dikenal berpengalaman di bidang reserse. Dia pernah menduduki jabatan di tiga provinsi berbeda, yaitu Kapolda Malut, Kapolda Kalsel dan terakhir Kapolda Jatim.

Sementara Mujiaman Sukirno adalah seorang profesional. Dia juga dikenal sebagai anak buah kesayangan Risma saat menjabat Dirut PDAM Surabaya sebelum akhirnya ambil keputusan untuk mengundurkan diri.

Namun, alumnus Fakultas Teknik Kimia ITS tahun 1992 ini sebelumnya juga punya pengalaman 25 tahun bekerja di perusahaan asing. Yaitu 5 tahun di perusahaan Jepang, Asahi Chemical, kemudian 20 tahun di Eco Lab milik Bill Gates, yang dikenal sebagai perusahaan pengelola air terbesar di dunia.

Sekarang terserah warga Surabaya, mau pilih Surabaya dipimpin Eri Cahyadi yang merupakan figur milenial berpengalaman sebagai birokrat di Pemkot Surabaya, atau dipimpin Machfud Arifin yang pensiunan jenderal bintang dua di lingkungan Polri.

Yang jelas, kedua paslon, ErJi dan Maju, sudah melakukan kampanye tatap muka dan menyampaikan visi dan misinya dalam tiga debat publik. Warga Surabaya juga sudah tahu kualitas dan elektabilitas merekaa dari hasil survei yang dilakukan beberapa lembaga survei. Termasuk penilaian dari bebepa pengamat.

Sekarang, nasib Surabaya lima tahun ke depan berada di tangan rakyat. Yaitu warga Surabaya yang punya hak pilih di TPS pada Pilkada Surabaya yang digelar 9 Desember 2020. Coblos ErJi atau Maju? (pin)