Ket. Photo: Petugas dari Dishub Joyoboyo saat menemui para pedagang atau PKL didalam terminal Dukuh Kupang Surabaya yang dibikin resah dengan aturan pemasangan listrik tanpa ada rapat dari Pimpinan Unit Terminal Dukuh Kupang.
Surabaya,wirafokus.com- Puluhan pemilik kios di dalam terminal Dukuh Kupang mengeluh dan dibikin resah oleh pihak Dishub Unit Terminal Dukuh Kupang. Kamis (8/10), sekira pukul 10.30 WIB, puluhan penyewa stand makanan atau PKL ingin menemui pimpinan Kepala Unit Terminal Dukuh Kupang semuanya pada resah dan mengeluh dengan adanya aturan pimpinan baru yang dijabat oleh Arifin Oktawahyudi, yang sampai saat ini sulit ditemui, sebelum ijin tidak masuk karena sakit.
Yang membikin resah para pedagang didalam terminal Dukuh Kupang yaitu pemasangan meteran kwh atau listrik yang menurut para pedagang tidak layak buat mereka, penarikan retribusi yang juga tidak ada bukti pembayaran. Itu yang bikin tanda tanya buat para pedagang di kios dalam terminal Dukuh Kupang Surabaya.

Dalam pertemuan antara para pedagang dalam terminal Dk. Kupang atau PKL dengan para pegawai staf Dinas Perhubungan UPTD terminal Joyoboyo di musholah kantor Dishub Terminal Dukuh Kupang.
Para PKL yang menyewa stand dalam terminal Dukuh Kupang, saat rapat tidak lupa memperhatikan dan mematuhi protokol kesehatan, dengan cuci tangan dengan sabun dan pakai masker, pertemuan tersebut diterima oleh pegawai atau staf Unit Joyoboyo yang diwakili oleh Rini dan beberapa staf lainnya.
Pihak Dishub Terminal Joyoboyo, mempersilahkan dan memberi kesempatan kepada para penyewa stand untuk menyampaikan apa yang harus disampaikan serta keluhan dari masing-masing PKL.
Gina salah satu penyewa stand mengatakan,” harapan saya dan penyewa stand disini, sya minta tolong untuk mengembalikan kebijakan yang dulu, dan saya tidak setuju dengan adanya pembayaran lain-lain selain hanya pembayaran sewa stand saja, untuk pemasangan meter kwh yang sudah dipasang, saya mohon dikembalikan semula jangan ada aturan pembayaran lainnya,” kata Gina selaku salah satu penyewa stand terminal Dukuh Kupang dihadapan staf ataupun perwakilan dari Dishub Joyoboyo.
Selain itu banyak yang mengeluh tentang pemasangan kwh meteran listrik yang dipasang langsung oleh pihak Dishub Joyoboyo, yang diduga tanpa ijin kepada pihak PLN, dan itupun menurut salah satu PKL yang tidak mau disebutkan namanya,” dalam pemasangan meteran listrik tidak diadakan rembukan atau rapat, cuman dikasih tau bahwa akan ada pemasangan listrik, dan juga pihak Pimpinan Dishub Terminal Dukuh Kupang Arifin Oktawahyudi memanggil satu persatu penyewa stand masing-masing, dan unsur kesepakatan dari kita semua tidak ada, tahu-tahu pihak Dishub Joyoboyo sudah memasangnya,” kata seseorang yang tidak mau disebutkan namanya.
Ditempat yang sama saat pertemuan antara penyewa stand di terminal Dukuh Kupang dengan pihak Dishub Joyoboyo, Sirilus menyampaikan yang juga sebagai wakil dari para penyewa stand atau PKL,” harapan dari pada saya bersama rekan-rekan disini yaitu untuk mengembalikan tarikan yang dulu dan jangan sampai dinaikkan lagi, serta dipertimbangkan lagi apalagi dengan kondisi ekonomi yang seperti ini, itu yang menjadi harapan mereka-mereka ini,” kata Sirilus yang dulu pernah menjadi kapala Lyn W dua periode dan juga sekarang ikut menyewa stand yang ada di terminal Dukuh Kupang.

Setelah semua dijelaskan tentang permasalahan iuran yang semakin tinggi, kini Rini yang selaku staf yang ada di Dinas Perhubungan Joyoboyo juga ikut menyampaikan dalam rapat pertemuan itu,”begini bapak ibu sekalian, kita sendiri ini sebenarnya bukan tidak memahami kondisi yang sekarang, dan ini juga berlaku sedunia ya, kita berbicara yang ada di Surabaya aja ya, untuk semua terminal yang ada di Surabaya ini, memang keluhannya sama, tetapi yang perlu dipahami lagi, untuk kios yang ada di Surabaya, itu semua sudah membayar listrik, karena dari sebelum-sebelumnya sudah dipasang kwh, jadi dengan aturan membayar sesuai dengan pemakaian, maksudnya pemakaian masing-masing, sedangkan untuk yang di Dukuh Kupang, ini kan baru diterapkan kemarin, dan saya ini sebagai pelaksana juga bapak-bapak yang hadir dari Dishub Joyoboyo ini juga pelaksana, sesuai aturan yang dibuatkannya. Untuk panjenengan keluhan yang masalah listrik itu, kita terapkan dengan beban daya 1300, dimana total ph nya terhitung 1.467, kalau daya 900, terhitung 1.352, dan itu masa beban pemasangan, pemeliharaan meteran. Sebenarnya kalau dinas itu, ada beban pemeliharaan meteran sebesar 10 (sepuluh) persen, tapi dengan kondisi yang sekarang ini, dinas itu memaklumi tanpa biaya beban maupun pemeliharaan meteran,” kata Rini selaku staf bendahara Dishub Joyoboyo .
Sirilus menambahkan,” untuk masalah pemasangan meteran listrik, khan seharusnya dari PLN, yang mana nantinya pada saat dipasang, akan di terra dulu, karena apa, karena kalau sudah di terra, dan saat dipasang oleh dinas kembali, perlu di kaji kembali,” tambah Sirilus yang juga sebagai penyewa stand PKL di terminal Dukuh Kupang Surabaya.
Setelah semua yang hadir dalam rapat di Mushollah kantor Dishub terminal Dukuh Kupang, Rini menyampaikan kepada para PKL yang hadir dalam rapat,” jadi saya bersama staf Dishub kantor Joyoboyo ini, datang untuk menampung keluhan panjenengan, bahwa nanti keluhan itu saya sampaikan kepada pimpinan kami yang ada di Joyoboyo,” terang Rini staf bendahara Dishub Joyoboyo.
Menurut Maria yang juga staf dari Dishub yang ada di terminal Dukuh Kupang menyampaikan,”Mungkin dengan masa Pandemi ini para PKL pendapatan menurun, akhirnya mengeluh, ditambah lagi dengan adanya pemasangan listrik itu,” ungkap Maria selaku staf di terminal Dukuh Kupang saat di hubungi melalui WA (whatshapp). Karena untuk menghubungi Kepala Unit Terminal Dukuh Kupang Arifin Oktawahyudi sangat susah sekali, dan tidak menutup kemungkinan, sebagai pimpinan atau Kepala Unit Terminal Dukuh Kupang, diharapkan tetap menemui para PKL yang sedang mengeluh dengan permasalahan yang ada di Terminal Dukuh Kupang ini. (Dwi W).
