Ket foto : Haries Purwoko
Surabaya, wirafokus.com- Direktur JX International Haries Purwoko ikut meramaikan Pilkada Surabaya yang akan digelar September 2020. Dia mendaftar sebagai calon Wakil Walikota Surabaya melalui PDI Perjuangan (PDIP).
Haries mengambil dan menyerahkan kembali formulir di kantor DPD PDIP Jatim, 14 September 2019 lalu. Beda dengan calon lainnya yang mendaftar lewat beberapa parpol. Haries hanya fokus mendaftar sebagai cawawali lewat satu partai, yakni PDI Perjuangan.
“Sebenarnya banyak teman pengurus parpol yang menawarkan diri agar saya mendaftar lewat partainya, tapi saya mantap memutuskan lewat PDI Perjuangan saja,” aku Haries.
Pria ramah yang juga menjabat Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (P3I) Jawa Timur ini mengatakan, dirinya mengucapkan terima kasih kepada PDIP yang telah membuka ruang luas bagi seluruh elemen masyarakat untuk mendaftar sebagai kandidat dalam pesta demokrasi yang akan digelar di Kota Pahlawan ini.
“Terima kasih PDI Perjuangan,” ucapnya.
Selanjutnya Haries berjanji akan mengikuti seluruh tahapan yang telah ditetapkan oleh PDIP. Dia juga akan patuh terhadap apapun yang diputuskan DPP PDIP.
“Bismillah, semoga perjuangan kita bersama untuk melanjutkan kemajuan Surabaya, menjadikan Surabaya sebagai “Kota Metropolitan” kelas dunia yang pro wong cilik, diridhoi oleh Allah SWT,” harap pria berusia 51 tahun ini.
Haries merupakan arek Suroboyo asli. Meskipun ibunya berdarah Madura dan ayahnya berasal dari Malang, tapi dia lahir dan besar di Kota Pahlawan. Dan Haries mengaku sangat bangga menjadi Arek Suroboyo.
Ketika ditanya alasan maju dalam Pilkada Kota Surabaya, Haries menerangkan bahwa dia didorong untuk mencalonkan diri oleh sejumlah elemen masyarakat.
“Kita semua berpandangan sama bahwa kemajuan yang telah dicapai Surabaya di bawah kepemimpinan PDI Perjuangan sejak era Pak Bambang DH hingga Ibu Tri Rismaharini harus dilanjutkan. Surabaya tidak boleh mundur lagi. Dan sebagai Arek Suroboyo, saya siap untuk mengemban amanat itu,” tegasnya.
Haries berjanji akan berjuang mewujudkan Surabaya sebagai kota kelas dunia dengan karakter ke-Indonesiaan yang tak tercabut dari akarnya.
“Surabaya sebagai kota dengan besaran ekonomi terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta harus terus tumbuh, maju meroket, dengan tak ada satu pun rakyat kecil, kaum marhaen, yang ditinggalkan,” tekad Haries yang juga Wakil Ketua Umum Bidang Industri Kreatif Kadin Jatim.
Bagi Haries Purwoko, pencalonan dirinya sebagai calon Wakil Walikota Surabaya dalam Pilkada kali ini merupakan yang kedua. Sebab, dalam Pilkada Surabaya 2016 lalu, dia juga maju sebagai cawawali. Saat itu ia berpasangan dengan Dhimam Abror, mantan pimred koran Jawa Pos, Surabaya Post dan Surya. Hanya saja, karena persoalan ‘politis’ akhirnya Haries ‘dipaksa’ mundur di tengah jalan.
Kali ini, Haries bertekad serius. Dia tidak ingin pengalaman pahitnya pada Pilkada Surabaya 2016 silam terulang lagi. Namun, diakui untuk mendapatkan rekom dari PDIP tidaklah mudah. Pasalnya, calon yang maju lewat partai ini cukup banyak. Selain dari kader internal, ia juga harus bersaing dengan pendaftar dari luar PDIP.
“Segala upaya sudah saya lakukan. Tujuan saya adalah meneruskan perjuangan Pak Bambang DH dan Bu Risma dalam memajukan Surabaya. Sekarang saya berserah diri kepada Allah SWT,” ujar alumnus SMPN 9 Surabaya ini.
Haries yakin, jodoh, umur dan jabatan adalah takdir Allah. “Jika Allah berkehendak, pasti ada jalannya,” pungkas anak pertama dari tiga bersaudara kelahiran 1968 ini. (Pin)
