Malang, wirafokus.com – . Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam ( HMI) Universitas Islam Malang ( Unisma) akan menggelar aksi demo menolak kedatangan Presiden Joko Widodo dalam rangka Und Keynote Speaker Stadium General dan meresemikan Gedung Bundar Al- Assyari, Kamis, (29/03/18).
Melihat pada beberapa masalah dimensional ketatanegaraan Indonesia pada akhir – akhir ini yang sudah tidak mencerminkan nilai – nilai demokrasi ketika melihat kontroversi UU MD3 yang menjadi polemik yang mendominasi pada saat ini.
Pasal – pasal dalam UU MD3 yang dinilai mengancam kebebasan berpendapat dan demokrasi, yakni pasal 73 yang mengatur tentang menghadirkan seseorang dalam rapat di DPR atas bantuan aparat kepolisian.
Selain itu ada pasal 245 yang mengatur anggota DPR tidak bisa dipanggil aparat hukum jika belum mendapat izin dari MKD dan izin tertulis presiden. Terakhir yakni pasal 122 huruf K yang mengatur kewenangan MKD menyeret siapa saja ke ranah hukum jika melakukan perbuatan yang patut diduga merendahkan martabat DPR dan anggota DPR. Ini jelas mempunyai implikasi negative masyarakat dalam konteks ketatanegaraan terutama pada esensial demokrasi Pancasila, kebebasan berpendapat dan meniadakan kontrol bagi legislatif.
Ada beberapa hal terkait fenomenal krisis negara yang perlu di kritisi terkait dengan perkembangan pertumbuhan ekonomi yang masih dalam rasio kelabilannya pada tahun 2017 dengan presentasi 5,07% yang tidak kunjung klimaks pada janji kampanye Jokowi tahun 2014 dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 7%, membengkaknya hutang negara yang jika dipresentasikan kenaikannya mencapai sehingga 34% dengan total hutang pada tahun 2017 Rp.4.636 T, belum juga dengan kebijakan jokowi dalam menaikan BBM yang diketahui bahwa ini adalah kebutuhan Sekunder masyarakat pada umumnya.
“Dari adanya ketimpangan sosial seperti ini harus ada kebijakan solutif yang di hadirkan oleh seorang presiden, maka dari itu berdasarkan analisa-analisa yang kami lakukan maka ada beberapa hal yang sekiranya kami angkat dalam tuntutan-tuntutan dan wajib hukumnya presiden mengabulkan tuntutan kami” Jelas fatah salah seorang pengurus HMI Cabang Malang.
“Pada aksi kali ini kami MENOLAK kedatangan Jokowi ke Unisma karena kami anggap Jokowi-JK gagal dalam menjalani roda kepemimpinannya”. Tegas Naifi korlap aksi Himpun Mahasiswa Islam (HMI), yang juga merupakan KABID PTKP Koms. HMI Mullasadrah.
Nalfi melanjutkan “kita menolak Secara tegas dengan beberapa hal tuntutan yang sifatnya substansial, yaitu :
1. UU MD3 mencederai marwah demokrasi dan menuntut presiden untuk segera mengeluarkan Perpu
2. Menuntut presiden atas membengkaknya stabilitas Hutang Negara
3. Menuntut pertanggung jawaban presiden atas kenaikan harga BBM
4. Menuntut Presiden atas ketidakharmonisan Lembaga Negara
5. Mendukung Independensi KPK dalam Pemberatasan Korupsi
6. Menuntut Presiden atas ketidakstabilan dalam Sektor Agraria ,” tutupnya.(red/kj)
