Ket foto : Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Budi Indra Dermawan saat konferensi pers terkait Analusa dan evaluasi Operasi Patuh Semeru 2019
Surabaya, wirafokus.com- Operasi Patuh Semeru 2019 yang dilaksanakan secera serentak seluruh Indonesia yang dimulai tanggal 29 Agustus hingga 11 September 2019 baru saja berakhir
Selama pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2019, jajaran Ditlantas Polda Jatim berhasil menindak 200.732 pelanggaran jumlah tersebut mengalami kenaikan menjadi 172.305 atau mengalami kenaikan secara umum sebesar 16,50 persen atau lebih tinggi dari tahun 2018.
Dari kenaikan angka pelanggaran tersebut Ditlantas Polda Jatim mengadakan analisa dan evaluasi selama pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2019 yang dilakukan oleh jajaran kepolisian seluruh Jawa Timur
Konferensi pers yang dihadiri langsung oleh Dirlantas Polda Jawa Timur Kombes Pol Budi Indra Dermawan di Gedung Ditlantas Polda Jawa Timur, Kamis, (12/9/19)
“Dari ratusan ribu pelanggaran lalu lintas ada tiga bentuk pelanggaran terbanyak diantaranya, melawan arus lalulintas,tidak menggunakan helm SNI, serta mengemudi dengan kecepatan tinggi,” kata Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Budi Indra Dermawan saat konferensi pers
_
Dari hasil analisa dan evaluasi pelanggaran tersebut antara lain tidak menggunakan helm SNI sebanyak 33.573 pelanggar jumlah tersebut mengalami kenaikan 5 persen dari tahun lalu, melawan arus lalu lintas sebanyak 27.522 pelanggar, jumlah ini mengalami kenaikan yang signifikan yaitu 72 persen dari tahun 2018 yang hanya 15.986 pelanggar dan yang terakhir adalah mengemusi melwbihi batas kecepatan sebanyak 1057 pelanggar dan mengalami kenaikan sebesar 614 persen yang pada tahun sebelumnya haya 211 kasus (Why/Red)
