― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaJatimSubsidi Listrik Belum Tepat Sasaran

Subsidi Listrik Belum Tepat Sasaran

Ket foto : Petugas PLN amati Meter Listrik

Surabaya, wirafokus.com – PT PLN (Persero) khawatir tahun depan, sebagian pelanggan dengan daya 450 volt ampere (VA) tergolong rumah tangga mampu masih akan mendapat subsidi listrik.

“Hingga saat ini, baru pelanggan dengan daya 900 VA yang telah dipilah berdasarkan kategori mampu dan tidak mampu,” kata Direktur Pengadaan Strategis II PLN Djoko Rahardjo Abumanan, (4/9/19)

Dari 24 juta pelanggan 900 VA, ada sebanyak 6,9 juta pelanggan yang dinyatakan mampu dan tidak mendapat subsidi pada 2020. Hasilnya, subsidi untuk pelanggan rumah tangga mampu 900 VA senilai Rp 6,96 triliun akan dicabut mulai 2020.

Sementara pelanggan dengan daya 450 VA masih belum dilakukan pemadanan. Kondisi tersebut membuat pelanggan ini atau yang tergolong mampu, tetap mendapatkan keringanan pembayaran berupa subsidi listrik.

Hingga saat ini, ada sekitar 23 juta pelanggan 450 VA dan 24 juta pelanggan 900 VA yang mendapatkan subsidi. Padahal jumlah kategori masyarakat miskin berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) hanya sekitar 15 juta.

Foto : Jhoni petugas PLN sedang mengganti metetan biasa ke Token (Prabayar)

“Sebenarnya, Itu kan isu lama, bahwa subsidi harus terarah, tepat sasaran. langsung ke orangnya, tetapi kan susah,” katanya

Lebih lanjut dikatakannya, meskipun baru pelanggan 900 VA rumah tangga mampu yang tidak mendapatkan subsidi, tetap menjadi sebuah kemajuan. Karena, dengan tidak mendapatkan subsidi, para pelanggan ini akan diterapkan tarif penyesuaian yang besaran pembayaran disesuaikan dengan sejumlah faktor, yakni inflasi, kurs rupiah, dan Indonesia Crude Price (ICP) sehingga dapat meringankan beban keuangan PLN.

“Kalau kemarin keputusan politik semua 900 VA dicabut, masuklah kita ke tariff adjustment,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah menyepakati besaran subsidi listrik sebesar Rp54,785 triliun.

Jumlah subsidi tersebut turun bila dibandingkan dengan proyeksi subsidi energi listrik pada outlook RAPBN 2020. Dalam proyeksi RAPBN 2020, pemerintah mengusulkan subsidi listrik senilai Rp 62,208 triliun. (Ka9/KIJ)