Bali, wirafokus.com – Rakernas 1 Ikatan Media Online Indonesia atau yang lebih dikenal dengan nama IMO-Indonesia, yang digelar dari tgl, 13 – 15 Februari 2018, mengecewakan peserta dari Jawa Timur.
“Saya ke Bali untuk menghadiri Rakernas 1 IMO, merasa kecewa, karena pihak panitia meminta biaya administrasi Rakenas senilai 750 ribu rupiah, jika tidak menginap di hotel yang disediakan panitia,” kata Nurdin yang juga pemilik lenzanasional.com.
“Saya berniat untuk hadir di Rakernas 1 IMO, diajak oleh pemilik Harian Nasional News, memang Rakernas 1 IMO difasilitasi akomodasi selama acara berlangsung dengan biaya 1 juta rupiah. Karena saya menginap di rumah saudara di Bali yang kebetulan dekat dari tempat acara Rakernas, saya anggap bahwa saya tidak dibebani biaya akomodasi, namun ketika saya menghadap ke panitia yang menerima peserta, dan saya menyampaikan bahwa saya nginap di rumah saudara, panitia tetap meminta biaya 750 ribu rupiah kalau peserta tidak menginap di hotel yang disediakan panitia. Saya menduga bahwa ini cara mencari uang dengan modus Rakernas”, ungkap Nurdin.
Nurdin juga menambahkan, saran saya kepada DPP IMO, seharusnya kegiatan Rakernas 1 yang diadakan IMO, tidak elok jika memungut biaya kepada peserta, karena lembaga IMO adalah lembaga media online baru yang seharusnya merekrut anggota pemilik media online dengan tidak berbayar, tapi kalau baru melaksanakan rakernas saja sudah bayar, Insya Allah saya yakin banyak pemilik media Online utamanya di Jawa Timur akan malas berorganisasi.
“Bukan hanya saya sebagai pemilik media online, yang merasa kecewa. Gunawan utusan dari detikkasus.com, perwakilan Bali juga ikut kecewa, karena dimintai biaya oleh panitia penerimaan peserta Rakernas 1 IMO, senilai 750 ribu rupiah jika ingin mengikuti Rakenas 1 IMO, tanpa menginap di hotel yang disediakan panitia,”pungkasnya. (red/LN)
