― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaHukum & KriminalPihak Aplikator GRAB, Terkesan Mempersulit, Dan Menutupi Kesalahan Drivernya Yang Melakukan Tindak...

Pihak Aplikator GRAB, Terkesan Mempersulit, Dan Menutupi Kesalahan Drivernya Yang Melakukan Tindak Asusila

Insert foto: Kantor Grab Unit Cabang Surabaya, di Jalan Klampis Jaya 8H, Klampis Ngasem, Sukolilo, Surabaya,

Surabaya, Wirafokus.com – Semakin banyak dan merebaknya jasa angkutan online di Indonesia semakin menghawatirkan saja, dari segi keamanan serta pelayanan yang kurang baik dan kurang maksimal, didukung dengan perekrutan driver setiap hari yang tanpa batas, dan semakin banyak, serta perekrutan yang disinyalir asal asalan yang penting suat-surat lengkap, tanpa memberikan adanya pelatihan Safety Riding , tidak adanya jaminan kesejahteraan dan jaminan kecelakaan kerja, baik untuk driver dan penumpangnya, serta diberlakukannya tarif kilometer yang sangat murah, dan bonus-bonus yang tidak jelas, sehingga besar kemungkinan Driver grab banyak yang mengalami tekanan bathin, sehingga besar kemungkinan untuk melakukan tindak kejahatan, seperti perampokan, pencurian barang , terutama tindak kejahatan pelecehan seksual, inilah yang terjadi di Surabaya, Driver Online Grab bike yang berkantor di Jalan Klampis Jaya 8H, Klampis Ngasem, Sukolilo, Surabaya,
diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap konsumennya, seorang siswi pelajar smp yang masih dibawah umur. Kamis (4/3/19)

Tindak pelecehan seksual tersebut terjadi disurabaya jumat tanggal 8/3/19, ketika korban berinisial zn (16) tahun, yang hendak pulang usai jam pelajaran di sekolah, lalu memesan ojek online grab bike, yang pada waktu itu order didapat pelaku berinisial NWD setelah itu korban diantar pulang oleh pelaku, kemudian ditengah perjalanan pulang, driver grab tersebut melakukan aksinya dengan mengerem mendadak dengan sengaja, sepeda motornya yang dia gunakan sampai berkali – kali hingga dada korban terhempit, tidak berhenti disitu juga pelaku juga melakukan aksinya berkali – kali hingga mengenai dada tubuh si korban yang seorang gadis sehingga korban Zn merasa sangat ketakutan, sesampai dirumah korban menceritakan semua kepada orang tuanya tentang pelecehan tersebut, dan sekitar jam.23.00 WIB. pelaku juga mengirim via WA di handpone korban dengan kata kata ” malam cantik”. Hingga si korban tidak masuk sekolah karena sangat ketakutan.

Foto pelaku bernisial NWD, Driver Grab bike yang diduga melakukan pelecehan seksual anak dibawah umur, siswi smp berinisial Zn.

Selanjutnya dengan kejadian tersebut, orang tua korban Zn mendatangi kantor Grab di Jalan Klampis Jaya 8H, Klampis Ngasem, Sukolilo, Surabaya, hari pertama pihak orang tua korban hanya ditemui perwakilan dari Customer Service dan satgas, kemudian dijanjikan hari besoknya juga tidak ada pimpinannya, baru hari kamis tanggal 14/3/19 pihak korban ditemui pimpinan kantor Grab Cabang Surabaya.

Dalam pertemuannya pihak orang tua korban hanya meminta mediasi dulu sebelum berlanjut ke proses hukum, antara pelaku pihak pimpinan grab dan pihak korban, akan tetapi dari pihak pimpinan Grab Surabaya dan Indonesia Timur. Ny. Izmi, hanya memberikan keterangan dan pemaparan seputar tentang Peraturan yang ada di perusahaan Grab, disuruh untuk menghadirkan si pelaku alasannya sulit untuk di hubungi, untuk minta data – data dan alamat si pelaku pun harus lapor ke kepolisian dulu, di duga seakan -akan pihak pimpinan aplikator GRAB Surabaya, mempersulit dan menutup – nutupi pelaku yang sebagai mitra kerja, yang sudah jelas jelas bersalah.

Selanjutnya dalam hal ini pihak keluarga korban sudah menghubungi pihak kepolisian Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim, untuk melapor dan memberikan alat bukti serta untuk di proses lebih lanjut. (Tim)