
Apel dipimpin Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta sebagai pimpinan apel dan diikuti sekitar 400 peserta. Sebanyak 380 personel disiapkan dengan dukungan kendaraan operasional, peralatan SAR darat dan laut, rubber boat, ambulans, serta sarana pendukung lainnya.
Dalam amanatnya, Wakil Gubernur Bali menyampaikan bahwa apel tersebut merupakan bentuk kesiapan bersama dalam menghadapi potensi bencana, terutama memasuki masa peralihan musim kemarau ke musim hujan. Berdasarkan prakiraan cuaca, November 2026 berpotensi terjadi hujan dengan kondisi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Bali.
Dalam amanatnya, beliau menegaskan,”penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab bersama dan membutuhkan sinergi lintas sektor, terlebih, Bali sebagai daerah tujuan wisata memiliki kerentanan terhadap dampak bencana yang tidak hanya mengancam keselamatan masyarakat, tetapi juga dapat memengaruhi perekonomian dan citra pariwisata daerah,” jelasnya.
Wakil Gubernur juga menekankan pentingnya memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana, memperkuat koordinasi dalam satu komando, mengoptimalkan deteksi dini, serta memperbarui informasi kondisi lapangan secara berkala. Seluruh personel diminta mengutamakan keselamatan, bertindak humanis, meningkatkan edukasi kepada masyarakat terkait tanggap darurat, dan melaporkan perkembangan situasi secara berjenjang kepada pimpinan masing-masing.
Melalui apel tersebut, seluruh unsur diharapkan memiliki kesiapan dan pola koordinasi yang terpadu dalam menghadapi kemungkinan bencana, sehingga penanganan dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi demi melindungi masyarakat serta menjaga keberlangsungan pariwisata Bali.(AryA.N)
