
Program yang digagas Dewan Pimpinan Pusat (DPP) GATRA bersama Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) GATRA Jawa Timur ini menjadi wujud komitmen organisasi dalam mendorong produktivitas pertanian, meningkatkan kesejahteraan petani, serta memperkuat kemandirian pangan Indonesia.
Pemilihan Mojokerto memiliki makna tersendiri. Wilayah ini merupakan bagian dari kawasan bersejarah Kerajaan Majapahit. Dari tanah yang sarat nilai sejarah tersebut, GATRA ingin menumbuhkan harapan baru melalui gerakan pertanian yang produktif dan berkelanjutan.
Sinergi Organisasi, Petani, dan Pemerintah
Kegiatan diawali dengan konsolidasi di kantor Perusahaan Roti Bunga Mawar Putih milik Sukarling, yang juga menjabat sebagai Ketua DPW GATRA Jawa Timur. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk menyatukan visi antara dunia usaha, organisasi, dan sektor pertanian.
Sekretaris Dewan Pembina DPP GATRA, Dr. H. Andi Budi Sulistijanto, S.H., M.I.Kom., yang akrab disapa Gus Andi, menekankan pentingnya pengawasan dalam pelaksanaan program ketahanan pangan.
“Ketahanan pangan nasional ditentukan oleh keseriusan kita di hulu. Pengawasan harus ketat agar hasilnya maksimal,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan program pertanian tidak cukup hanya dengan menanam bibit. Pendampingan, pengawasan, dan evaluasi juga diperlukan agar hasil panen dapat meningkat dan manfaatnya benar-benar dirasakan oleh petani.
GATRA Fokus pada Produktivitas Padi
Ketua DPP GATRA, Assoc. Prof. Dr. Mohamad Syahri, M.Si., menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari langkah konkret organisasi dalam membangun gerakan pertanian di berbagai daerah.
“Kami tidak datang untuk seremoni. Fokus kami jelas, pada varietas padi berproduktivitas tinggi. Target kami adalah pembentukan organisasi di 38 provinsi. Dan kami memulai titik nol itu dari sini, dari Dinoyo,” tegas Syahri.
Pernyataan tersebut menegaskan dua agenda utama GATRA, yakni penguatan kelembagaan organisasi secara nasional dan pengembangan program pertanian yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Didukung Unsur TNI-Polri dan Masyarakat
Program penanaman bibit padi unggulan ini mendapat dukungan dari unsur pemerintah setempat, aparat TNI-Polri, kelompok tani, dan masyarakat.
Kapolsek Jatirejo, AKP Armana, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sejalan dengan gerakan penanaman pohon yang dilaksanakan setiap Jumat, khususnya penanaman pohon maja sebagai simbol sejarah.
Sementara itu, Danramil 0815/15 Jatirejo, Kapten Inf. Sudirman, S.H., menilai upaya pengembangan bibit padi unggul sejalan dengan semangat menjaga ketahanan pangan.
Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan dan penanaman bibit padi bersama. Suasana kebersamaan antara pengurus GATRA, aparat, kelompok tani, dan warga menjadi gambaran pentingnya kolaborasi dalam membangun sektor pertanian.
Menanam Hari Ini, Menuai Kesejahteraan Esok Hari
Bagi Ketua DPW GATRA Jawa Timur, Sukarling, gerakan ini merupakan bentuk pengabdian untuk mendorong kehidupan petani yang lebih baik. Peningkatan produktivitas diharapkan berbanding lurus dengan peningkatan hasil panen dan kesejahteraan masyarakat.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan ramah tamah di Kopitiam Nyonya Kaya, Desa Sumengko, Kecamatan Jatirejo. Dalam suasana akrab, para peserta kembali mendiskusikan masa depan pertanian, petani, dan ketahanan pangan nasional.
Melalui proyek percontohan di Mojokerto ini, GATRA berharap dapat membangun model gerakan pertanian yang dapat dikembangkan di daerah lain.
Dari tanah Majapahit, GATRA menanam harapan. Dari tangan petani, ketahanan pangan Indonesia dibangun. (WL/Fks)
