
Pelantikan kepengurusan PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Kwanyar tersebut dilakukan oleh Alimudin, perwakilan PC IPNU Kabupaten Bangkalan. Pelantikan menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru untuk memperkuat kaderisasi, membangun kebersamaan antarranting, serta memperluas ruang pengabdian bagi pelajar dan generasi muda Nahdlatul Ulama di Kecamatan Kwanyar.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran MWCNU Kwanyar, Forkopimcam (Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan) Kwanyar, Banom NU, para kiai dan sesepuh, senior IPNU-IPPNU, serta para kader dan pengurus IPNU-IPPNU se-Kecamatan Kwanyar.
Turut hadir sejumlah elemen organisasi dan komunitas kepemudaan, di antaranya LN Center, BERBAGI tingkat Kwanyar, serta TRINUSA Jawa Timur. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan terbukanya ruang kolaborasi antara organisasi pelajar, organisasi kepemudaan, dan berbagai elemen masyarakat dalam mendukung pengembangan generasi muda di Kecamatan Kwanyar.
Dalam sambutannya setelah pelantikan, Ketua PAC IPNU Kecamatan Kwanyar, Mangsur, menegaskan bahwa jabatan yang diterimanya bukan sekadar posisi organisasi, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
“Menjadi Ketua IPNU Kecamatan Kwanyar bukanlah sebuah kebanggaan yang harus dibanggakan, tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan,” ujar Mangsur.
Mangsur menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan sekaligus meminta bimbingan para kiai dan sesepuh, arahan para senior, serta dukungan seluruh kader dalam menjalankan roda organisasi.
Menurutnya, IPNU-IPPNU tidak boleh berhenti pada aktivitas yang bersifat seremonial. Organisasi harus menjadi ruang kaderisasi, pembelajaran, pengembangan kapasitas, dan pengabdian bagi generasi muda NU.
“Kita tidak ingin IPNU hanya hadir dalam kegiatan-kegiatan seremonial. Kita ingin IPNU menjadi ruang kaderisasi, ruang belajar, ruang bertumbuh, dan ruang pengabdian bagi generasi muda NU di Kecamatan Kwanyar,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk menjaga kekompakan, memperkuat komunikasi antarranting, serta menghadirkan program yang benar-benar menjawab kebutuhan pelajar dan generasi muda.
“Mari kita jaga kekompakan, hidupkan kaderisasi, perkuat komunikasi antar-ranting, dan hadirkan kegiatan yang benar-benar dibutuhkan oleh pelajar dan generasi muda,” ajaknya.
Mangsur menegaskan bahwa kepemimpinan organisasi bukanlah bentuk kepemilikan terhadap organisasi.
“Ketua bukan pemilik organisasi. Ketua hanya menerima amanah untuk menggerakkan organisasi bersama-sama,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PAC IPPNU Kecamatan Kwanyar menegaskan bahwa pelantikan bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari perjalanan panjang kepengurusan dalam menjalankan amanah organisasi.
“Tugas kita masih panjang. Pelantikan ini bukan akhir, tetapi menjadi awal bagi kita untuk terus berkarya, belajar, dan memberikan kontribusi nyata bagi IPPNU, NU, dan masyarakat,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kerja bersama antara IPNU dan IPPNU dalam membangun kader pelajar NU yang memiliki kapasitas, karakter, dan kepedulian sosial.
Pelantikan tersebut berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Kehadiran Forkopimcam Kwanyar, MWCNU, Banom NU, LN Center, BERBAGI tingkat Kwanyar, TRINUSA Jawa Timur, serta berbagai unsur masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat sinergi dan jejaring kolaborasi kepemudaan di Kecamatan Kwanyar.
Momentum pelantikan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi menjadi titik awal bagi PAC IPNU-IPPNU Kwanyar untuk memperkuat kaderisasi, memperluas jejaring kolaborasi, dan menghadirkan karya nyata bagi masyarakat.
“Bersama kita belajar, bersama kita bergerak, dan bersama kita berkhidmah.” pungkas Mangsur.(yus)
