
Kegiatan berlangsung khidmat. Lantunan salawat dan zikir menggema di Pendopo Agung, diikuti jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), ulama, pimpinan dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD),ikut juga hadir ketua tanfidiyah Bangkalan KH Makki nasir serta masyarakat Kabupaten Bangkalan.
Namun, peringatan Maulid Nabi kali ini tidak hanya dimaknai sebagai agenda keagamaan. Momentum tersebut menjadi ajakan untuk menghadirkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengatakan, Maulid Nabi seharusnya menjadi momentum untuk merefleksikan kembali keteladanan Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan nyata.
“Maulid Nabi bukan hanya sekadar ritual keagamaan, tetapi bagaimana kita meneladani sosok Nabi Muhammad SAW dan mengimplementasikan keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Bupati.
Menurutnya, nilai-nilai yang dicontohkan Rasulullah SAW memiliki relevansi kuat dengan tugas pemerintahan. Integritas, kejujuran, tanggung jawab dan kepedulian terhadap sesama merupakan nilai yang penting untuk terus dibangun dalam memberikan pelayanan publik.
Karena itu, Bupati menilai keteladanan Rasulullah tidak berhenti pada tataran pribadi, tetapi juga dapat menjadi spirit bagi aparatur pemerintah dalam menjalankan amanah.
“Sebagai Pemerintah Kabupaten Bangkalan, bagaimana kita memiliki integritas dan melayani masyarakat. Itu merupakan salah satu bentuk implementasi dari keteladanan sosok Nabi Muhammad SAW,” tegasnya.
Bupati juga menyampaikan bahwa Pemkab Bangkalan mendorong kegiatan zikir dan salawat memiliki landasan yang lebih kuat melalui regulasi daerah. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat pembangunan karakter, baik di lingkungan aparatur pemerintah maupun di tengah masyarakat.
Bagi Pemkab Bangkalan, nilai religius tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi diharapkan tercermin dalam perilaku, etika dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
“Keteladanan Rasulullah harus menjadi nilai yang hidup. Tidak hanya kita dengarkan dalam majelis, tetapi juga kita hadirkan dalam sikap, pekerjaan dan pelayanan kepada masyarakat,” lanjutnya.
Melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Pemkab Bangkalan berharap kecintaan masyarakat kepada Rasulullah SAW semakin tumbuh. Lebih dari itu, semangat meneladani akhlak Rasulullah diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun kehidupan masyarakat dan pemerintahan yang semakin berintegritas, amanah dan humanis. (yus)
