
Dalam suasana penuh keakraban, pembahasan berfokus pada persoalan sampah yang selama ini menjadi salah satu tantangan di Kecamatan Kwanyar. Kehadiran TPS3R diharapkan mampu menjadi langkah konkret dan solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah, sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan tertata.
Rudi Hartono menyampaikan dukungannya terhadap program Pemerintah Kabupaten Bangkalan dalam menghadirkan solusi berkelanjutan untuk persoalan sampah di wilayah Kwanyar.
“Kami mendukung penuh adanya program ini, dan Persoalan sampah membutuhkan solusi jangka panjang dan kolaborasi dari berbagai pihak. Semangat kolaborasi antara kelembagaan dan Muspika adalah kunci kemajuan Kwanyar,” ujar Rudi Hartono.
Ia juga memberikan apresiasi terhadap semangat para pemuda Kwanyar, khususnya Bangkalan Berbagi Kwanyar, yang dinilai aktif membangun komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai instansi serta kelembagaan.
Menurutnya, keberadaan organisasi masyarakat dan pemuda sebagai kontrol sosial sekaligus mitra kolaboratif pemerintah sangat penting dalam mendorong terciptanya berbagai solusi bagi masyarakat.
Pertemuan tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan Kwanyar tidak hanya membutuhkan peran pemerintah, tetapi juga keterlibatan aktif masyarakat, pemuda, lembaga sosial, serta seluruh unsur Muspika.
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, rencana pembangunan TPS3R Kwanyar diharapkan tidak sekadar menjadi proyek pembangunan fasilitas, tetapi menjadi gerakan bersama menuju Kwanyar yang lebih bersih, sehat, tertata, dan berkelanjutan, serta Bangkalan Berbagi Kwanyar — Bersama Berkolaborasi, Bersama Membangun Kwanyar. (Ali Wafa)
