
Informasi mengenai kejadian tersebut disampaikan oleh salah seorang penumpang bus yang berada di dalam kendaraan saat peristiwa berlangsung. Menurut penumpang tersebut, sebelum tiba di Surabaya, bus mengalami kesulitan mendapatkan solar di wilayah Madura.
“Bus sebelumnya memang kesulitan mendapatkan solar di Madura. Sampai di Jalan Kenjeran, solar akhirnya habis dan bus mati,” ujar salah seorang penumpang.
Setelah mesin bus mati, sopir kemudian berupaya mencari bahan bakar agar perjalanan dapat kembali dilanjutkan. Penumpang tersebut mengatakan bahwa sopir bahkan harus menggunakan sepeda motor untuk mencari dan membeli solar di wilayah Surabaya.
“Sopir kemudian mencari solar menggunakan sepeda motor. Setelah mendapatkan solar, dibawa kembali ke bus untuk mengisi bahan bakar,” katanya.
Bus diketahui berhenti sekitar 15 menit, sejak mesin mati sekitar pukul 14.50 WIB. Setelah mendapatkan solar dan kendaraan kembali dapat dijalankan, bus melanjutkan perjalanan sekitar pukul 15.05 WIB.
“Kami berhenti kurang lebih 15 menit. Setelah solar didapat, bus bisa jalan lagi sekitar pukul 15.05,” ungkap penumpang tersebut.
Peristiwa ini sempat membuat perjalanan penumpang terganggu. Namun, setelah bahan bakar diperoleh, bus kembali melanjutkan perjalanan menuju tujuan.
Keterangan dari penumpang tersebut menjadi informasi awal mengenai kejadian di lapangan. Sementara itu, penyebab terbatasnya ketersediaan solar di sejumlah titik di wilayah Madura masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut dari pihak terkait. (Fks/Red)
