― Advertisement ―

Patroli Skala Besar Antisipasi Gangster dan Balap Liar Digelar Polres Pelabuhan Tanjung Perak

SURABAYA,wirafokus.com– Polres Pelabuhan Tanjung Perak Polda Jatim berkomitmen penuh dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah hukumnya. Hal ini dibuktikan melalui pelaksanaan...
BerandaPeristiwaKBS Tegaskan Seluruh Satwa Sehat dan Terawat Sesuai Standar Kesejahteraan

KBS Tegaskan Seluruh Satwa Sehat dan Terawat Sesuai Standar Kesejahteraan

Direktur Operasional dan Umum Perumda KBS Nurika Widyasanti
SURABAYA, wirafokus.com- Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Kebun Binatang Surabaya (KBS) memastikan seluruh satwa yang berada dalam pengelolaannya saat ini dalam kondisi sehat. Upaya menjaga kesehatan dan kesejahteraan satwa dipastikan tetap menjadi prioritas utama di tengah berbagai isu yang beredar di masyarakat.

Direktur Operasional dan Umum Perumda KBS Nurika Widyasanti mengatakan, KBS sebagai lembaga konservasi memiliki komitmen untuk mengedepankan kesejahteraan satwa dalam setiapaspek pengelolaan.

Komitmen ini diwujudkan melalui pemeliharaan berkelanjutan, peningkatan kualitas kesehatan, hingga pemberian enrichment atau pengayaan lingkungan.

“Kondisi satwa di KBS sampai dengan hari ini alhamdulillah dalam kondisi baik dan sehat. Kamiselalu mengupayakan pemeliharaan maupun peningkatan kualitas secara berprogres dan berkelanjutan,” kata Nurika, Senin (27/7).

Ia menjelaskan, seluruh satwa tetap mendapatkan pakan, perawatan, dan pemeliharaan secara optimal sesuai prinsip animal welfare atau kesejahteraan satwa.

“Kami memberikan pakan, perawatan dan pemeliharaan satwa secara optimal sesuai dengan kaidah animal welfare atau kesejahteraan satwa,” tegasnya.

Nurika juga menanggapi beredarnya foto-foto satwa yang ramai di media sosial. Menurut dia, gambaryang menampilkan satwa seperti Melani, Betty, Beno, dan beberapa satwa lainnya merupakan dokumentasi lama yang diunggah kembali.

“Jadi itu adalah gambar yang di-upload kembali dan bukankoleksi satwa kami saat ini,” tuturnya.

Mengenai isu kematian satwa, Nurika menjelaskan angka mortalitas di KBS masih berada dalam batas kewajaran. Ia menyebut jumlah kematian dari tahun ke tahun tidak mengalami perubahan yang signifikan dan terjadi sebagai bagian dari siklus alami kehidupan satwa.

“Adapun terjadinya satwa mati itu pastinya sesuatu hal kematian yang normal, bukan menjadi suatu kematian yang dikarenakan kelalaian,” ujarnya.

Selain menjaga kesehatan satwa, Nurika memastikan KBS juga menekankan pentingnya kedekatan antara perawat dan satwa.

Menurutnya, interaksi rutin memungkinkan perawat mengenali perubahanperilaku sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila ditemukan tanda-tanda gangguankesehatan.

“Dengan harapan mereka akan lebih mengenal perilaku di saat adanya perilaku-perilaku khusus satwa itu nantinya. Misalkan memerlukan suatu penanganan atau perubahan, itu kegiatan rutin yang dilakukan oleh perawat satwa,” paparnya.

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, KBS menerapkan pemberian pakan secara terjadwal dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari. Jenis serta jumlah pakan disesuaikan dengan spesies dan karakteristik masing-masing satwa.

“Kita berikan (pakan) sehari itu dua kali, di pagi hari dan di sore hari sebelum para perawat satwa meninggalkan tempat,” kata dia.

Kondisi KBS yang satwanya terawat.
Sementara itu, Kepala Departemen Animal Health Perumda KBS drh. Rahmat Suharta mengatakan, kondisi kesehatan satwa dipantau setiap hari. Apabila ditemukan satwa yang mengalami penurunan kondisi, tim medis akan segera melakukan penanganan.

“Jadi apabila ada yang mengalami kelainan atau kesehatan yang menurun langsung kita bisa tangani.Jadi untuk satwa-satwa di KBS ini sudah pasti dalam kondisi baik, tidak ada kekurangan makan,” ujar Rahmat.

Ia juga menepis anggapan bahwa satwa yang bertubuh ramping identik dengan kondisi kurang sehat. Menurut dia, kondisi tubuh ideal justru lebih baik bagi kesehatan satwa.

“Kalau terlalu gemuk itu akan mengganggu kesehatannya, baik dari jantung maupun pernapasannya. Jadi tidak gemuk bukan berarti kurus, tetapi memang kondisinya normal,” katanya.

Rahmat menjelaskan, kebutuhan gizi satwa telah diatur sesuai standar nutrisi masing-masing spesies. Selain pemberian pakan yang terjadwal, KBS juga menjalankan program vaksinasi setiap tahun serta pemeriksaan feses secara berkala sebagai upaya mencegah penyakit.

“Vaksinasi kita lakukan setiap satu tahun sekali untuk mencegah terjadinya penyakit. Di samping itu juga kita lakukan pemeriksaan feses untuk mencegah terjadinya cacingan,” pungkasnya. (Pin)